Bagaimana Menyembuhkan Epilepsi Secara Alami

Pengobatan epilepsi secara konvensional seringkali melibatkan obat kimia serta operasi. Penggunaan obat kimia secara rutin dan jangka panjang sudah pasti bisa membawa efek samping yang cukup serius. Bahkan dalam beberapa kasus, obat-obatan ini tidak mempan sama sekali.

Operasi memang bisa membantu penderitanya untuk bisa sembuh, namun tidak semua operasi pasti berhasil dan aman karena faktor human error. Biayanya pun tak terjangkau oleh masyarakat lapisan bawah.

Kali ini saya akan berbagi kepada Anda bagaimana menyembuhkan epilepsi secara alami, aman tanpa efek samping, dan Anda bisa melakukannya sendiri di rumah. Pengetahuan ini tidak akan Anda temui di sekolah kedokteran konvensional manapun, jadi Anda sungguh beruntung sekali bisa mengetahuinya.

.

HILANGKAN KEJANG DENGAN TERAPI ENERGI

Tahukah Anda bahwa SEMUA orang mampu memanipulasi energi untuk penyembuhan dan hal-hal “unik” lainnya tanpa harus memiliki bakat supranatural serta tanpa memakai bantuan “makhluk halus”?

Ya, benar. Dengan trik olah pikiran dan perasaan tertentu, Anda bisa memanipulasi “energi sehat” di dalam tubuh atau lingkungan Anda untuk kesehatan (dalam budaya cina kuno menyebutnya sebagai qi/chi). Dengan olah pikiran dan perasaan ini, Anda mampu menciptakan “mujizat kecil”. Manipulasi ini nyata dan bukan suatu kesesatan ilmu sihir dengan bantuan setan atau makhluk halus lainnya.

Anda ingin bukti? Baiklah saya tunjukkan satu pembuktian sederhana yang bisa dilakukan oleh SEMUA orang, yaitu menetralkan rasa rokok melalui olah pikiran dan perasaan. Begini caranya:

1. Letakkan sebatang rokok di atas telapak tangan kiri Anda dan telapak tangan kanan berada di atasnya. Berikan jarak 10-15 cm antara kedua tangan (lihat gambar di bawah). Perlu diperhatikan bahwa rokok yang dipakai adalah yang jenis mild, bukan yang jenis kretek.

 

2. Pejamkan mata dan bayangkan sinar putih memancar keluar dari telapak tangan kanan, dan sinar putih itu mengalir menuju rokok di tangan kiri Anda. Bayangkan telapak tangan kiri Anda juga memancarkan sinar putih mengenai rokok.

3. Selain membayangkan, RASAKAN juga bahwa energi yang memancar tersebut terasa keluar dari ke dua tangan Anda. Rasanya bisa berupa sensasi gatal-gatal kecil pada jari-jemari, hangat, atau kejutan-kejutan listrik kecil di ujung jari.

4. Bayangkan dan rasakan ini selama kurang lebih 5 menit, lalu minta seorang perokok untuk menyalakan rokok tersebut dan menghisapnya. Perokok tersebut akan merasakan bahwa rokok yang diberi energi melalui olah pikiran Anda, rasanya telah menjadi hambar.

Percobaan sederhana ini terlintas dalam benak saya ketika mendengar seorang teman menceritakan bahwa seorang master reiki mampu menetralkan rasa rokok dengan cara menggenggam sebatang rokok ditangannya hanya dalam waktu beberapa DETIK. Saya pun jadi penasaran apa hal ini bisa juga dilakukan oleh orang awam yang tidak perah belajar tentang Terapi Energi dan juga bukan orang dengan kemampuan supranatural.

Jadi terinspirasi dari cerita teman tentang Master Reiki tersebut, saya akhirnya mencoba percobaan sederhana di atas ke beberapa orang perokok dan bukan perokok, wanita dan pria, dan mereka semua berasal dari agama berbeda serta tidak pernah belajar terapi energi.

Percobaan sederhana ini adalah salah satu bukti bahwa:

  1. Energi sehat yang disebut qi/chi itu ada.
  2. Memanipulasi energi bisa dilakukan dengan pikiran dan perasaan.
  3. Memanipulasi energi untuk kesehatan bisa dilakukan oleh SEMUA orang, tanpa harus mengikuti aliran kepercayaan tertentu, tanpa harus memiliki kemampuan supranatural khusus, dan tanpa harus memakai perantara makhluk halus.

Anda pun bisa mencoba percobaan di atas untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan kejang epilepsi. Namun untuk kasus ini, Anda perlu mengalirkan energi lebih lama, yaitu 15 – 30 menit, atau bahkan 1 jam, tergantung tingkat keparahannya. Pada umumnya, pemberian terapi energi dalam satu hari cukup diberikan 1 kali saja, namun frekuensi pemberian terapi juga mengikuti frekuensi kejang penderita, yaitu seperti misalnya:

  • Kejang setiap hari > berikan terapi energi setiap hari.
  • Kejang 2-3 kali seminggu > berikan terapi energi 2-3 kali seminggu.
  • Kejang 2-3 kali dalam sebulan > berikan terapi energi 2-3 kali dalam sebulan.
  • Kejang sekali dalam 6 bulan > berikan terapi energi sebulan sekali.
  • Jika tidak pernah ada kejang lagi, cukup berikan terapi energi sebulan sekali sebagai “suplemen” yang menjaga kesehatan.

Frekuensi pemberian terapi energi di atas adalah sekedar contoh dan bukan hal yang baku. Jadi Anda bisa menyesuaikannya dengan kondisi yang Anda hadapi.

.

Apa Hasilnya Signifikan?

Ya, sangat signifikan sekali. Pengurangan frekuensi kejang bisa berkurang drastis dalam waktu singkat dan jika terapi dilakukan dengan benar dan rutin, tidaklah mustahil kesembuhan total bisa dicapai.

.

Cara Melakukan Terapi Energi ke Orang Lain

Ada beberapa langkah dalam memberikan terapi energi untuk penderita epilepsi, yaitu:

1. Penderita bisa duduk atau berbaring, dan harus santai

Ketika penderita duduk atau berbaring katakan untuk supaya santai, tidak mengobrol atau melakukan aktivitas lainnya selama menjalani terapi.

2. Senyum dan santai

Dengan tersenyum, akan membuat Anda lebih santai dan tenang. Aliran energi akan lebih lancar keluar dari tangan Anda jika Anda santai. Penyebab Kegagalan yang paling umum biasanya adalah jika Anda terburu-buru atau tidak santai.

3. Doa dan pasrah

Ingat, kesembuhan itu ditentukan oleh 2 faktor utama, yaitu faktor usaha manusia dan faktor anugerah Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan untuk kesembuhan penderita dan pasrahkan diri sendiri sebagai alat Tuhan yang menyalurkan energi ilahinya melalui Anda. Anda juga harus pasrah dengan hasilnya, jadi jangan memaksakan hasil yang Anda inginkan.

4. Hilangkan pikiran dan perasaan negatif

Jangan melakukan penyaluran energi jika Anda sedang dalam pikiran dan emosi yang negatif, karena energi yang akan Anda hasilkan nanti malah bersifat merusak pasien daripada menyembuhkan.

5. Mulai dengan pembersihan

Pegang ubun-ubun atau ujung kepala serta dada pasien (jika lawan jenis, Anda bisa memegang bagian perut bukan dada). Pejamkan mata, mulai bayangkan dan RASAKAN energi putih mengalir keluar dari kedua tangan Anda, merambat dari ujung kepala dan dada pasien, yang kemudian mulai memenuhi seluruh tubuhnya.

Bayangkan dan rasakan energi putih tersebut mendorong energi kotor berwarna gelap atau abu-abu, keluar dari kepala, tenggorokan, dada, dan perut pasien. Lakukan ini selama kira-kira 15 menit atau Anda MERASAKAN dalam batin kalau pembersihan sudah cukup.

Setelah selesai, kebaskan kedua tangan Anda supaya rileks kembali dan bersyukurlah kepada Tuhan karena Anda sudah dibersihkan dari energi negatif.

6. Berikan energi penyembuhan

Hampir sama dengan pembersihan, pegang ubun-ubun atau ujung kepala serta dada pasien (jika lawan jenis, Anda bisa memegang bagian perut bukan dada). Pejamkan mata, mulai bayangkan dan RASAKAN energi putih mengalir keluar dari kedua tangan Anda, merambat dari ujung kepala dan dada pasien, yang kemudian mulai memenuhi seluruh tubuhnya.

Bayangkan dan rasakan bahwa energi putih tersebut diserap oleh sel-sel tubuh pasien. Lakukan ini selama kira-kira 15 – 30 menit atau Anda MERASAKAN dalam batin kalau pemberian energi sudah cukup.

7. Bersyukur dan pasrah

Setelah selesai, kebaskan kedua tangan Anda supaya rileks kembali. Kemudian bersyukurlah kepada Tuhan karena Anda telah menjadi saluran berkat buat kesembuhan pasien Anda. Berdoalah untuk memasrahkan kesehatan pasien kepada Tuhan.

.

Cara Melakukan Terapi Energi ke Diri Sendiri

Jika yang menderita epilepsi adalah Anda sendiri, langkah-langkah terapi energinya adalah sebagai berikut:

1. Anda bisa duduk atau berbaring, dan harus santai

Ketika Anda duduk atau berbaring, Anda harus santai, tidak sedang mengobrol atau melakukan aktivitas lainnya.

2. Senyum dan santai

Dengan tersenyum, akan membuat Anda lebih santai dan tenang. Aliran energi akan lebih lancar jika Anda santai. Penyebab Kegagalan yang paling umum biasanya adalah jika Anda terburu-buru atau tidak santai.

3. Doa dan pasrah

Ingat, kesembuhan itu ditentukan oleh 2 faktor utama, yaitu faktor usaha manusia dan faktor anugerah Tuhan. Berdoalah kepada Tuhan untuk kesembuhan. Anda juga harus pasrah dengan hasilnya, jadi jangan memaksakan hasil yang Anda inginkan.

4. Hilangkan pikiran dan perasaan negatif

Jangan melakukan terapi energi jika Anda sedang dalam pikiran dan emosi yang negatif, karena energi yang akan Anda hasilkan nanti malah bersifat merusak diri sendiri daripada menyembuhkan.

5. Mulai dengan pembersihan

Pejamkan mata, mulai bayangkan dan RASAKAN ada energi putih turun dari atas, merambat dari ujung kepala dan dada Anda, yang kemudian mulai memenuhi seluruh tubuh.

Bayangkan dan rasakan energi putih tersebut mendorong energi kotor berwarna gelap atau abu-abu, keluar dari kepala, tenggorokan, dada, dan perut Anda. Lakukan ini selama kira-kira 15 menit atau Anda MERASAKAN dalam batin kalau pembersihan sudah cukup.

Setelah selesai, bersyukurlah kepada Tuhan karena Anda sudah dibersihkan dari energi negatif.

6. Berikan energi penyembuhan

Hampir sama dengan pembersihan, mulai bayangkan dan RASAKAN ada energi putih turun dari atas, merambat dari ujung kepala dan dada Anda, yang kemudian mulai memenuhi seluruh tubuh.

Bayangkan dan rasakan bahwa energi putih tersebut diserap oleh sel-sel tubuh Anda. Lakukan ini selama kira-kira 15 – 30 menit atau Anda MERASAKAN dalam batin kalau pemberian energi sudah cukup.

7. Bersyukur dan pasrah

Setelah selesai, bersyukurlah kepada Tuhan karena Anda telah dibersihkan dan diberikan energi putih yang sehat. Berdoalah untuk memasrahkan kesehatan Anda kepada Tuhan.

.

Menyalurkan Energi ke Air

Terkadang ada kondisi tertentu yang tidak memungkinkan Anda memberikan terapi kepada pasien secara langsung. Sebagai penggantinya Anda bisa menyalurkan energi penyembuhan ke air putih serta memprogram air tersebut dengan program-program pembersihan dan pemberian energi, lalu air “berenergi” tersebut diminum oleh pasien.

Caranya adalah sebagai berikut:

  1. Pegang segelas air dan tumpangkan tangan kanan Anda di atas gelas.
  2. Senyum dan santailah.
  3. Berdoa dan pasrahkan prosesnya kepada Tuhan.
  4. Bayangkan dan rasakan energi berwarna putih keluar dari tangan Anda dan memenuhi tiap molekul air putih.
  5. Bayangkan dan doakan bahwa energi putih ini memprogram air dalam gelas menjadi air berenergi yang akan membersihkan dan memberikan energi penyembuhan ke pasien. Lakukan ini selama 15-30 menit.
  6. Kemudian bersyukurlah kepada Tuhan karena Anda telah menjadi saluran berkat buat kesembuhan pasien Anda. Berdoalah untuk memasrahkan hasilnya kepada Tuhan.

.

Minum Air Lebih Banyak

Untuk mempermudah pengeluaran energi negatif, Anda dan pasien dianjurkan minum air lebih banyak setiap harinya. Air kelapa muda juga baik selain mengonsumsi air putih biasa.

.

MEMAKAI SUPLEMEN UNTUK MENYEMPURNAKAN KESEMBUHAN TOTAL

Alangkah lebih baik jika menggabungkan terapi energi dengan memberikan suplemen super (yang berkhasiat meyembuhkan juga, tidak sekedar menjaga kesehatan). Ada banyak suplemen-suplemen kesehatan yang bisa digunakan untuk pengobatan epilepsi, tapi di sini saya hanya membahas suplemen produk perlebahan yang sudah terbukti memiliki kans cukup besar untuk kesembuhan epilepsi.

Suplemen produk perlebahan tersebut adalah bee pollen dan madu asli. Propolis yang juga salah satu produk perlebahan, tidak akan mempan untuk kasus epilepsi. Contoh kasus-kasus kesembuhan epilepsi dengan suplemen produk perlebahan (diambil dari kumpulan testimoni Perusahaan High Desert):

.

Amalia, 4 Tahun yang Menderita Hydrocephallus

Pada saat saya (Sri Mulyani) mengandung puteri saya, Amalia, kandungan saya didiagnosis terserang virus yang ditularkan oleh kucing. Oleh dokter kandungan di Wonogiri, Jawa Tengah, saya disarankan untuk dioperasi. Pada 21 Juni 2001, saya melahirkan Amalia, dengan kondisi kepala yang tidak normal (membesar) atau dikenal dengan istilah hydrocephallus. Namun, kami tetap menerima semua keadaan Amalia dengan ikhlas.

Pada saat usia Amalia baru 9 hari, ia kami bawa ke rumah sakit di Yogyakarta untuk dioperasi. Operasi dilaksanakan pada 17 Juli 2001 untuk memasang selang pada bagian kepalanya. Operasi tersebut dapat dikatakan sukses, karena setelah itu, Amalia tidak pernah lagi bermasalah.

Namun, pada saat usia Amalia 7 bulan (sekitar 6 bulan setelah operasi), ia mulai mengalami kejang-kejang apabila terlalu banyak bergerak. Pada saat usianya 1,5 tahun, kami pindah ke Bogor agar lebih dekat dengan tempat ayahnya yang bekerja di Bogor.

Suatu ketika, saya bertemu dengan Mas Prya dan ibu Ani yang memperkenalkan saya produk-produk High-Desert. Pada 10 Juli 2005, saya mulai memberikan bee propolis, royal jelly, dan bee pollen kepada Amalia. Kini, setelah 8 bulan mengkonsumsi produk-produk tersebut secara rutin, kondisi Amalia sangat sehat, tidak pernah lagi mengalami kejang-kejang.

.

Asmaniah, 7 Tahun, Jabbar – Makassar

Pada tahun 2004, anak saya, Asmaniah Jabbar, menderita kejang-kejang, dan matanya turun naik, penyakit tersebut dalam bahasa orang tua di kampung kami, disebut penyakit sittang. Saat itu, kami berobat ke paranormal selama ± 3 bulan. Namun, belum ada perubahan yang berarti, bahkan dapat dikatakan bahwa penyakitnya semakin bertambah parah. Kejang-kejang yang tadinya hanya muncul sehari sekali, menjadi 3 kali sehari. Kami pun mulai beralih ke pengobatan medis.

Beberapa hari kemudian, hasil pemeriksaan dokter di Makasar membuktikan bahwa Asmaniah terkena penyakit epilepsi/ayan. Kondisi Asmaniah pada saat itu sangat lemah. Dokter menganjurkan agar ia jangan terlalu lelah, tidak boleh marah, dan tidak boleh dibiarkan melamun sendirian. Awalnya kami tidak percaya bahwa Asmaniah terkena epilepsi. Karena sepengetahuan kami, epilepsi merupakan penyakit turunan.

Pada dokter pertama yang kami datangi, anak kami berobat selama ± 4 bulan, namun tidak membuahkan hasil apa pun. Dokter yang kedua kami datangi adalah dokter ahli penyakit dalam, dengan masa pengobatan selama ± 2 bulan, hasilnya tetap nihil. Kami terus berusaha untuk kesembuhan anak kami. Pengobatan selanjutnya adalah dengan dokter ahli saraf selama ± 4 bulan, hasilnya memang ada, namun jika obat yang diberikan dokter tersebut habis, epilepsi Asmaniah akan kembali kambuh.

Semakin lama kami semakin khawatir akan efek samping dari obat-obatan yang dikonsumsi Asmaniah selama ± 10 bulan. Hingga pada akhirnya, atas informasi yang diberikan keponakan kami, Irma Handayani, kami mengenal produk HD. Pada 6 Januari 2006, kami juga diajak berkonsultasi langsung dan mendapatkan pemeriksaan medis dari konsultan medis HD. Di sana, kami mendapatkan penjelasan bahwa benar Asmaniah mengalami gangguan saraf pada otaknya (epilepsi). Kami pun dianjurkan untuk melakukan terapi dengan menggunakan 3 macam produk HD, yaitu HD Honeybee PollenS, HD Bee Propolis, dan HD Royale Jelly Liquid.

Puji syukur kami ucapkan kepada Tuhan YME, karena baru 1 minggu mengonsumsi produk-produk tersebut, kondisi Asmaniah mulai mengalami perubahan yang membaik. Dan menjelang 1 bulan pemakaian secara rutin, epilepsinya tidak pernah lagi kambuh. Kini, sudah lebih dari 6 bulan, kami secara rutin memberikan produk-produk HD berupa Honeybee PollenS, Bee Propolis, dan Royale Jelly Liquid kepada Asmaniah, dan kondisinya semakin lama semakin mem baik.

Terima kasih produk HD yang telah membantu Asmaniah sehingga epilepsinya tidak kambuh lagi.

.

Cheline Stevianny, 8 Tahun. Kendari

Pada 10 Juli 2001, kami sangat berbahagia, karena kelahiran puteri kami, Cheline Stevianny. Namun, 3 bulan kemudian, tepatnya pada Oktober 2001, Cheline mengalami kejang-kejang dan tubuhnya kebiruan, kami pun segera membawanya ke dokter dan mendapatkan terapi Luminal (obat penenang) agar ia tidak kejang-kejang. Namun, keadaan Cheline tidak membaik, karena ia masih terus kejang setiap tidur, baik siang maupun malam.

Pada November 2001, kami membawa Cheline berobat ke Makassar, di sana ia ditangani oleh dokter spesialis neurologi anak. Saat itu, Cheline menjalani pemeriksaan EEG (Electro Enchephalography), dari hasilnya diketahui bahwa terdapat kelainan otak. Maka, Cheline pun kembali menjalani terapi Luminal. Dan sekali lagi, tetap tidak membawa perubahan, karena Cheline masih tetap kejang.

Pada tahun 2003, Cheline sudah mulai dapat berjalan dan dapat berbicara, walaupun saat itu Cheline masih sering mengalami kejang-kejang dan terus menjalani terapi obat-obat penenang. November 2003, kami kembali membawa Cheline ke Makassar untuk mengatasi masalah kejang-kejangnya, dan terapi Cheline diubah menjadi terapi DEPAKENE sirup (obat penenang dalam bentuk sirup). Namun, yang terjadi keadaan Cheline semakin memburuk, frekuensi kejangnya memang berkurang menjadi 3x seminggu, namun ia menjadi lumpuh dan tidak dapat berbicara.

Pada November 2004, Cheline dirawat di rumah sakit dan menjalani pemeriksaan CT-Scan (hasilnya tidak terdapat kelainan), dan pemeriksaan EEG (hasilnya terdapat kelainan). Maka, Cheline diberikan obat-obatan seperti Luminal + penilep, dan vitamin. Tetapi Cheline masih tetap lumpuh, tidak dapat berbicara, serta kejang setiap saat.

Pada Maret 2005, saya berkonsultasi dengan dokter neurologi dan mendapatkan obat-obat seperti Tegretol, penilop, diazepan, vitamin B compleks, untuk Cheline. Keadaan Cheline tetap sama, namun frekuensi kejangnya berkurang menjadi 1x seminggu. Pada Juni 2005, saya mendapatkan brosur testimonial Cerebral Palsy dari konsultan medis High-Desert Kendari. Saya pun mulai  memberikan Honeybee PollenS untuk Cheline, dan ternyata berhasil meningkatkan nafsu makannya, sehingga berat badannya naik. Keadaan Cheline terus membaik, karena ia mulai bisa duduk meskipun dibantu. Frekuensi kejangnya pun berkurang menjadi 2 minggu sekali, walaupun ia masih belum juga dapat berbicara dan berjalan.

Pada Januari 2006, saya juga menambahkan Clover Honey untuk dikonsumsi Cheline, dan keadaanya terus membaik, Cheline sudah mulai dapat berdiri dan melangkah apabila dipapah. Obat-obatan medis pun mulai saya kurangi. Pada 23 Januari 2006, Cheline kembali mengalami kejang, meskipun tidak seperti dulu. Mulai 1 Februari 2006, obat-obatan medis untuknya saya kurangi lagi menjadi sekali sehari, dan berhenti diberikan sama sekali sejak 28 Februari 2006, sehingga Cheline hanya mengonsumsi HBP dan Clover Honey. Syukur kepada Tuhan, sejak saat itu, Cheline tidak pernah lagi mengalami kejang-kejang.

Bahkan, pada minggu terakhir bulan Februari 2006, Cheline mulai dapat kembali berbicara, meskipun belum beraturan. Sampai saat ini, Cheline terus mengonsumsi Honeybee PollenS dan Clover Honey, dan akan saya tambahkan Bee Propolis Capsule sesuai dengan anjuran konsultan medis High-Desert Kendari.

.

SEKARANG TERSERAH ANDA

Rahasia teknik bagaimana menyembuhkan epilepsi sudah dibeberkan secukupnya kepada Anda dalam artikel ini. Sekarang terserah Anda apakah akan bertekat mempraktekkannya atau hanya sekedar membaca sambil lalu saja.

Terapi energi yang dibeberkan di atas merupakan SALAH SATU dari sekian banyak teknik terapi energi lainnya yang ada. Jadi jika Anda mendapatkan teknik terapi energi lainnya, silahkan Anda memilih mana yang paling aman dan cocok buat Anda.

Disamping itu, suplemen kesehatan untuk epilepsi tidak hanya produk perlebahan di atas. Anda bisa memilih suplemen apa saja yang tepat bagi diri sendiri atau pasien Anda. Jika Anda ingin mendapatkan produk-produk perlebahan seperti dalam kesaksian-kesaksian di atas, silahkan menuju link:

https://andreashermawan.id/kategori-produk/nutrisi-kesehatan/

atau hubungi kami dengan klik DI SINI.

Semoga dengan artikel ini, Anda bisa menerima “mujizat” dan kesembuhan total yang Anda idam-idamkan bisa segera terwujud.

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

.

Buat Akun Baru
Reset Password