Obat Terbaik untuk HIV/AIDS

Banyak Odha yang bertanya ke saya, “Pak, obat alami terbaik untuk HIV apa ya sebagai pengganti ARV? Jawaban saya untuk pertanyaan ini adalah (1) kita tidak perlu obat apapun untuk HIV karena HIV itu tidak ada. Dan kalaupun ada, ia tidaklah lebih hebat daripada virus flu biasa. (2) Yang Anda perlukan adalah obat alami untuk penyakit-penyakit nyata yang muncul sebelum dan sesudah diagnosa positif.

Perhatian! Artikel ini merupakan informasi tambahan untuk melengkapi artikel-artikel saya sebelumnya (yang bertemakan HIV/AIDS). Untuk bisa lebih memahami MAKNA artikel ini lebih dalam dan untuk menghindari kesalahpahaman, saya sarankan Anda juga membaca artikel-artikel bertemakan HIV/AIDS lainnya di www.aidsalternative.com

.

JANGAN MENGOBATI PENYAKIT YANG TIDAK ADA

Banyak yang percaya bahwa HIV itu ada oleh karena ada gambar HIV dari lab, adanya alat-alat test HIV yang bisa mendeteksi keberadaan HIV, serta banyaknya para Odha yang benar-benar sakit dan meninggal.

Dalam banyak penelitian ekstensif dan holistik, telah diketahui bahwa HIV itu tidaklah ada. Semua gambar/foto yang memperlihatkan adanya virus HIV menyerang sel sehat, sebenarnya adalah gambar hasil manipulasi lab dan komputer.

Semua alat test HIV adalah tidak akurat karena seseorang yang terkena TB, kanker, pneumonia, herpes, flu, demam, atau bahkan hamil juga bisa memperlihatkan hasil test HIV yang positif.

Disamping itu para Odha banyak yang sakit dan meninggal sebenarnya bukan karena HIV, tapi karena depresi berat (setelah terdiagnosa positif HIV – dengan anggapan telah menderita penyakit mematikan dan suatu aib buat diri sendiri dan keluarga), karena efek samping ARV, atau karena penyakit umum yang memang ada gejalanya serta mematikan jika tidak diobati dengan benar (misal: kanker, pneumonia, tb). Jadi para Odha tidak perlu berpikiran “parno” ketika mengalami gejala penyakit atau melihat sesama Odha lain yang meninggal – langsung mengambil kesimpulan bahwa ini semua karena serangan HIV. Ingat, ada banyak kondisi lainnya  yang bisa menimbulkan gejala penyakit dan menyebabkan kematian!

Untuk bisa mengetahui detail informasi yang menjelaskan mengapa HIV sebenarnya tidak ada, bisa Anda lihat di www.aidsalternative.com

Jika memang HIV tidak ada, mengapa pemerintah dan dunia tidak menghentikan kebohongan ini? Jawabannya adalah karena politik dan uang. Sama seperti rokok, walaupun sudah jelas tidak baik untuk kesehatan, malah tetap eksis dan pemerintah tidak memiliki kuasa untuk menghentikannya. Politik dan uang dibalik bisnis rokoklah yang membuatnya kuat dan tidak pernah bisa dilarang oleh pemerintah. Bisnis rokok, baru bisa lenyap jika semua pelanggannya tidak percaya lagi dengan rokok (stop merokok). Dan untuk kebohongan dan bisnis HIV, baru bisa lenyap jika semua orang tidak percaya lagi dengan adanya HIV.

Terus bagaimana dengan AIDS, apa ia ada? Boleh dikata AIDS itu ada, tapi bukanlah suatu hal yang baru dan juga bukan suatu penyakit. AIDS adalah nama baru yang diberikan oleh Centers for Disease Control (CDC) terhadap kumpulan 29 penyakit umum termasuk infeksi jamur, herpes, diare, beberapa jenis pneumonia, beberapa kanker, salmonella, dan TBC. AIDS memang mematikan karena 29 kondisi tersebut juga bisa menyebabkan kematian jika tidak diobati dengan benar. Jadi AIDS itu sendiri bukan suatu penyakit baru, tapi ia sekedar definisi/nama baru dari 29 kondisi UMUM yang sudah lama ada sejak dahulu kala.

.

OBATI PENYAKIT NYATA YANG ADA SEBELUM DAN SESUDAH DIAGNOSA POSITIF

Oleh karena HIV itu tidak ada, jadi Anda tidak perlu mencari obat alami terbaik untuk mengobati HIV. Yang Anda perlukan adalah obat alami untuk penyakit-penyakit nyata yang muncul sebelum dan sesudah diagnosa positif. Yang dinamakan penyakit itu tidak hanya berupa kuman atau kondisi fisik yang tidak sehat. Penyakit juga bisa berupa pola makan tidak sehat, dosa-dosa, atau kebiasaan yang salah. Untuk membantu Anda memahami penyakit-penyakit yang nyata ada sebelum dan sesudah diagnosa positif, saya ajak Anda membayangkan berada pada contoh-contoh kasus di bawah ini.

Contoh Kasus 1

Herpes yang merupakan salah satu 29 kondisi dalam definisi AIDS dan mudah tertular lewat hubungan seksual, bisa diderita oleh Anda jika Anda suka seks bebas/“jajan di luar”. Setelah Anda tertular kemudian ditest HIV (atas saran dokter), hasilpun bisa positif karena test HIV juga bisa positif jika seseorang terinfeksi virus herpes. Hal lain yang menguatkan Anda DIASUMSIKAN positif HIV adalah jika Anda memiliki latar belakang perilaku beresiko.

Solusi:

  • Sadari apa penyakit awal (akar penyakit) sebelum Anda terdiagnosa positif. Akar penyakitnya adalah dosa seksual Anda, bukannya virus herpes karena herpes itu ada karena dosa Anda.
  • Memang ini adalah kesalahan Anda karena Anda “bandel”. Jadi jangan sekali-kali menyangkal dosa Anda. Mintalah pengampunan Tuhan, bertobatlah, dan kemudian mohon kesembuhan dari-Nya. Dengan sikap “tahu diri” dan rendah hati seperti ini, Tuhan yang Maha Pengasih akan mengampuni dan menyembuhkan Anda.
  • Obati herpesnya, bukan HIVnya (karena percuma mengobati sesuatu yang tidak ada). Pakai pengobatan alami untuk menghindari efek samping.
  • Tetaplah semangat dan berpikir positif, karena pikiran dan perasaan negatif juga melemahkan daya tahan tubuh serta bisa mendatangkan banyak penyakit.

Contoh Kasus 2

Suatu hari Anda kerja lembur sampai jam 2 malam. Saat lembur Anda juga lupa makan malam, tidak banyak minum air, tidak minum suplemen, dan mengalami stress karena dimarahi atasan. Keesokan harinya Anda kerja jam 8 pagi tapi tidak lama kemudian menderita flu, demam, dan sakit kepala.

Hal ini (sering lembur) berlangsung selama 3 bulan karena target pekerjaan dan selama itu pula Anda jadi sering sakit-sakitan. Anda yang biasanya selalu fit dan jarang sakit, kemudian curiga ada sesuatu yang aneh karena Anda teringat pernah “jajan di luar” 6 bulan yang lalu tanpa memakai kondom.

Anda pun memeriksakan diri dan menceritakan kecurigaan Anda ke dokter konvensional. Dokter pun menyarankan Anda test HIV. Oleh karena test HIV juga bisa positif jika seseorang mengalami flu, Anda pun terdiagnosa positif HIV. Hal lain yang menguatkan Anda DIASUMSIKAN positif HIV adalah cerita Anda tentang “jajan di luar” 6  bulan yang lalu.

Solusi:

  • Sadarilah Anda menderita flu, demam, dan sakit kepala bukan karena HIV yang mulai aktif, tapi karena Anda menerima tekanan pekerjaan berlebih selama 3 bulan terakhir (ditambah sering lupa makan, lupa minum air, dan tidak minum suplemen. Hal ini juga akan terjadi pada orang lain jika mereka mengalami tekanan pekerjaan yang sama dengan Anda. Akar penyakit yang nyata dalam kasus ini adalah kecerobohan Anda yang kurang memperhatikan kesehatan. Jadi, jangan ulangi pola hidup yang salah ini lagi. Ambillah cuti secukupnya untuk beristirahat, makanlah makanan yang sehat, dan konsumsi sulplemen alami untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dengan melakukan hal-hal positif ini, otomatis Anda akan pulih dari flu, demam, dan sakit kepala Anda.
  • Walaupun “Jajan di luar” tanpa kondom 6 bulan yang lalu bukan penyebab sakit Anda saat ini, tapi ini bukan berarti membenarkan perbuatan tersebut. Jika dosa ini Anda lakukan berulangkali, bisa jadi Anda akan tertular penyakit kelamin. Ini juga tidak berarti Anda bisa jajan di luar asal memakai kondom, karena siapa tahu suatu hari kondomnya bocor dan Anda pun “kecolongan”. HIV memang tidak ada dan tidak perlu dikhawatirkan, tapi penyakit kelamin adalah hal yang nyata dan perlu Anda khawatirkan. Jadi jangan ulangi lagi dosa 6 bulan yang lalu serta mohonlah pengampunan dan kesembuhan dari Tuhan.

Contoh Kasus 3

Anda seorang istri yang sedang hamil muda untuk pertama kalinya. Akhir-akhir ini Anda sering mual, lemas, dan sakit kepala. Anda juga memperhatikan suami akhir-akhir ini sering lembur untuk mencari uang tambahan dan gampang sakit. Anda juga tahu bahwa suami Anda dulu pecandu narkoba suntik tapi sekarang sudah berhenti total selama 2 tahun. Perasaan curiga pun muncul, khawatir ada suatu hal lain yang menyebabkan mudah sakitnya Anda dan suami. Terbersit pikiran akan HIV yang mungkin ada karena latar belakang suami Anda dulu.

Takut terjadi sesuatu terhadap janin karena infeksi HIV, Anda pun datang ke dokter konvensional, menceritakan permasalahan Anda dan tentang resiko tertular HIV dari suami yang mantan pecandu narkoba suntik.

Dokter melakukan test HIV dan ternyata ketakutan Anda benar-benar terjadi, yaitu Anda positif HIV! Anda, suami, dan janin DIASUMSIKAN terancam meninggal karena ganasnya virus mematikan ini.

Solusi:

  • Ketahuilah bahwa test HIV juga bisa positif bagi orang yang sedang hamil. Hasil positif ini juga bisa terjadi bagi wanita hamil tanpa latar belakang beresiko. Hal lain yang menguatkan Anda DIASUMSIKAN positif HIV adalah cerita Anda ke dokter tentang suami yang mantan pecandu narkoba suntik.
  • Anda sering merasa mual, lemas, dan sakit kepala adalah hal yang BIASA terjadi pada seseorang yang hamil muda. Suami jadi sering sakit-sakitan karena sering lembur mencari uang tambahan juga hal yang lumrah dan bisa terjadi pada orang lain yang lelah karena sering bekerja lembur. Jadi jangan langsung berpikiran “parno” karena semua ini bisa terjadi pada orang lain tanpa harus ada latar belakang beresiko (pecandu narkoba suntik, perilaku seks menyimpang, seks, bebas, badan penuh tato).
  • Mohon ampun kepada Tuhan dan suami karena Anda sekeluarga menerima status sebagai Odha adalah karena pikiran negatif Anda yang BERLEBIH. Jangan pedulikan lagi hasil lab yang positif karena HIV itu tidak ada dan bukan penyebab masalah Anda. Penyebabnya adalah pikiran negatif Anda ketika sedang hamil muda untuk pertama kalinya dan suami yang kelelahan karena sering lembur.
  • Hindari stress, miliki pola makan yang sehat, minumlah suplemen supaya Anda dan janin jadi lebih sehat. Sedangkan untuk suami, harus beristirahat sampai kesehatan telah pulih. Setelah sehat, suami bisa lembur kembali tapi jangan berlebih dan harus dibarengi konsumsi suplemen serta pola makan yang sehat.

Tadi saya mengatakan bahwa test HIV adalah tidak akurat. Ya, memang benar. Tidak akurat karena ia tidak bisa memperlihatkan secara visual adanya virus yang bergerak kesana-kemari, tapi sekedar jumlah antibodi yang DIDUGA hanya ada pada HIV. Sebagai bocoran informasi, antibodi ini ternyata JUGA ada pada permasalahan kesehatan lain. Jadi jika Anda pernah/sedang menderita cacar air, flu, herpes, pneumonia, luka kecelakaan, kanker, dan bahkan hamil (seperti contoh kasus-kasus di atas), hasil lab akan menunjukkan jumlah antibodi yang DIDUGA hanya ada pada HIV akan meningkat dan Anda pun didiagnosa positif HIV.

Contoh kasus-kasus di atas memberikan pandangan bahwa HIV itu sendiri hanyalah delusi. Penyakit yang benar-benar nyata dan perlu Anda obati adalah pola makan dan pola hidup yang salah, pikiran negatif, dosa-dosa, stress berlebih, dan penyakit-penyakit UMUM lainnya yang muncul. Jika muncul penyakit umum seperti herpes, obati sakit herpesnya. Jika muncul kanker, obati kankernya. Jika muncul diare, obati diarenya. Begitu pula seterusnya dengan kemunculan penyakit-penyakit umum lainnya.

Dan untuk pengobatan penyakit-penyakit umum tersebut, gunakanlah pengobatan alami. Jangan gunakan ARV karena HIV itu tidak ada. Jadi pengobatan terbaik yang perlu Anda ambil itu tergantung dari kasus Anda pribadi dan penyakit umum/gejala apa saja yang Anda alami. Jika tidak mengalami gejala apapun, Anda tidak perlu mengambil obat apapun.

Jika Anda ingin tahu obat alami apa yang terbaik untuk penyakit herpes, pneumonia, tb, kanker, dan lain-lain yang NYATA Anda alami, gunakan saja fasilitas Google Search. Contoh: Jika ada gejala tb, ketik di kolom Google Search kata kunci “OBAT ALAMI TB”. Jika ada gejala pneumonia, ketik kata kunci “OBAT ALAMI PNEUMONIA”. Dari Google Search, Anda akan mendapati berbagai link yang menunjukkan pengobatan-pengobatan alami untuk penyakit Anda dan di mana bisa memesannya.

Healindonesia,Dt. Awan (Andreas Hermawan)

.

.

Panduan Menyembuhkan AIDS Secara Alami

Dalam ebook “Menjual HIV/AIDS” Anda akan menemukan rahasia:

  • HIV bukan penyebab AIDS
  • Test HIV bisa positif bagi penderita flu, cacar, hepatitis, tbc, kanker, bahkan orang hamil.
  • CD4 juga bisa rendah jika Anda sedang sakit, depresi, kecelakaan, atau bahkan hamil.
  • Menyembuhkan AIDS secara alami tanpa ARV dan mencegah tanpa vaksin.
  • Testimoni para Odha tanpa ARV.
  • Pendapat para ahli tentang mitos dan pengobatan HIV/AIDS.

Terapi yang diajarkan di ebook ini sangat mudah dipraktekkan sendiri di rumah dan bahan terapi bisa Anda cari sendiri secara online dan offline.

>> Baca Selengkapnya <<

.

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!