Cegukan dan Bagaimana Menyembuhkannya

Meski tidak berbahaya, cegukan sering membuat orang tidak nyaman. Terlebih lagi bila cegukan berlangsung lama hingga terkadang menjadi bahan ejekan bila mengeluarkan suara yang keras.

Cegukan secara medis dikenal sebagai singultus atau dalam bahasa Inggris, ‘hiccup’, yakni kondisi diafragma yang mengejang di luar kemauan.

Cegukan biasanya disebabkan karena adanya kontraksi dari otot yang memisahkan rongga dada dan rongga perut, atau kerap disebut diafragma, secara tiba-tiba dan terjadi secara involunter (tidak disadari).

.

Mengapa Bisa Cegukan

Kontraksi otot diafragma ini akan menyebabkan ketika orang yang mengalami cegukan menarik napas, udara yang masuk ke dalam paru-paru akan dikeluarkan secara cepat dan tiba-tiba oleh kekuatan kontraksi otot diafragma dan membentur glotis (ruang antara pita suara) yang sedang menutup. Udara yang kembali dan membentur ruang antara pita suara inilah yang menyebabkan terjadinya suara khas cegukan.

Normalnya, saat kita menarik napas, otot-otot diafragma akan turun, dan saat itu pula katup tenggorokan membuka, sehingga udara yang menekan ke atas tidak akan berbunyi. Akan tetapi, pada orang yang mengalami cegukan, saat orang tersebut menarik napas, terjadi kontraksi pada otot diafragma dan otot-otot antara tulang iga, sehingga menyebabkan udara akan kembali naik dan pada saat bersamaan, epiglotis (katup di tenggorokan) pun tertutup, sehingga udara dari diafragma yang naik ke atas akan menekan katup ini dan menyebabkan cegukan.

Tertutupnya katup atau epiglotis ini terjadi karena adanya gangguan di lengkung refleks, yaitu pada susunan saraf pusat dan saraf tepi. Kedua saraf ini lah yang berperan mengatur jalur pernapasan dalam tubuh manusia agar berjalan lancar. Tertutupnya katup ini bukan merupakan kelainan susunan saraf pusat atau susunan saraf tepi, namun merupakan respon jika kedua susunan saraf tersebut terganggu.

Cegukan dapat terjadi satu kali, atau dapat pula terjadi beberapa kali berupa rangkaian yang tak dapat dikendalikan. Cegukan seringkali berkembang dalam situasi tertentu seperti makan terlalu cepat, minum air dingin sesaat setelah makan makanan panas atau sebaliknya, makan makanan yang sangat panas atau pedas, tertawa atau batuk terlalu keras, minum minuman beralkohol, merokok, stres, atau karena gangguan keseimbangan cairan dalam tubuh.

Cegukan cenderung terjadi ketika tingkat karbondioksida dalam darah merosot terlalu rendah.

Cegukan juga menjadi cara tubuh memberitahukan bahwa Anda makan atau minum terlalu banyak. Para ilmuwan juga menilai cegukan adalah refleks yang mencegah Anda tersedak makanan atau minuman.

Stres atau emosi yang tinggi juga terkadang memicu cegukan. Bisa juga pertanda di telinga Anda terdapat benda asing. Cegukan yang panjang bisa membuat seseorang pingsan yang disebabkan oleh masalah irama jantungnya. Selain itu sepertiga pasien kemoterapi juga mengeluh cegukan terus menerus.

Meskipun jarang terjadi, cegukan dapat disebabkan karena tekanan pada saraf frenik oleh struktur anatomi tubuh yang lain, atau karena tumor dan penyakit ginjal lainnya. Di samping itu, cegukan juga dapat terjadi karena gangguan metabolik seperti pada penderita diabetes dan hipertensi. Juga karena gangguan elektrolit termasuk pengaruh obat-obatan seperti steroid atau obat tidur.

.

Cegukan juga Dapat Menjadi Pertanda Penyakit Serius

Cegukan merupakan gangguan ringan yang dialami oleh hampir setiap orang, mulai dari bayi hingga orang lanjut usia. Secara umum, cegukan akan menghilang dengan sendirinya setelah beberapa saat. Tetapi pada kondisi tertentu, cegukan bisa berlangsung berhari-hari bahkan berminggu-minggu. Hal ini tentu mengganggu aktivitas.

Cegukan yang berkepanjangan ini pada umumnya terjadi setelah seseorang menjalani operasi besar. Dalam beberapa kasus, cegukan yang menetap bisa menjadi tanda adanya gangguan yang serius. Dimana cegukan terjadi secara terus menerus, tidak hanya berhari-hari atau berbulan-bulan, tapi juga bertahun-tahun.

Cegukan jenis ini merupakan tanda atau gejala adanya gangguan serius. Karena tidak hanya menyangkut tenggorokan, tetapi juga organ-organ lainnya. Termasuk di dalamnya otot-otot diafragma, katup di tenggorokan, dan susunan saraf pusat (otak) serta saraf tepi. Oleh karena susunan saraf pusat serta saraf tepi berukuran panjang dan berhubungan dengan organ-organ di dalam tubuh, maka terkadang aktivitasnya terganggu oleh berbagai penyakit yang serius. Sehingga, cegukan dapat pula menjadi pertanda adanya radang di perut, penyakit di ginjal, masalah pada hati, tumor di batang otak, gejala stroke, adanya infeksi di susunan saraf pusat, tumor, diabetes, hipertensi, dan lain-lain.

.

Cara Mengobatinya

Dilansir Livestrong, Rabu (12/1/2011), berikut beberapa makanan yang bisa membantu menghentikan cegukan:

1. Gula

Menelan 1 sendok teh gula pasir kering, dapat membantu untuk menyembuhkan cegukan dalam beberapa menit. Hal ini bekerja karena menelan bubuk butiran gula yang lengket dapat mengubah irama pernapasan, sehingga dapat bekerja menghentikan cegukan. Cegukan juga dapat berhenti karena adanya sensasi manis yang dirasakan ujung saraf di mulut, terutama pada bagian belakang lidah yang peka terhadap rasa asam.

Gula dipercaya dapat merangsang saraf-saraf otot kita, terutama ketika otot diafragma mulai berkontraksi secara tidak teratur.

2. Selai kacang

Satu sendok makan selai kacang juga bisa menyembuhkan cegukan. Alasannya sama, yaitu karena selai kacang yang begitu lengket sehingga bisa mengubah irama napas.

3. Jeruk nipis

Mengunyah seiris lemon segar dapat mengganggu pola impuls saraf vagus, yang dapat menghentikan cegukan. Selain menguyah, variasi juga bisa dilakukan pada irisan jeruk nipis, seperti mengisap seiris asinan jeruk nipis atau memakannya.

4. Air

Cukup minum segelas air dapat membantu menghentikan cegukan. Menelan air dapat mengganggu siklus cegukan dan menenangkan saraf. Berkumur dengan air juga dapat menyembuhkan cegukan.

Disamping keempat cara di atas, bisa juga dilakukan cara lain seperti:

  1. Pijat bagian belakang langit-langit dengan cotton bud, yang digerakkan secara perlahan ke depan dan ke belakang selama lebih kurang satu menit.
  2. Tidur berbaring dengan kedua lutut ditekuk ke arah perut. Lakukan beberapa saat hingga cegukan hilang.
  3. Menahan napas, karena dengan menahan napas maka kadar karbon dioksida di dalam darah akan meningkat, sehingga akan menekan aktivitas saraf di otak yang bertanggung jawab atas terjadinya cegukan dan menyebabkan cegukan berhenti. Caranya adalah dengan menahan napas selama mungkin, lalu menelan ketika cegukan dirasakan akan datang. Lakukan sebanyak 2-3 kali kemudian tarik napas dalam dan mulai lagi. Ada pula yang menyarankan menahan napas selama mungkin kemudian keluarkan dan tahan selama mungkin. Atau dengan menahan napas dengan kepala tengadah.
  4. Bernapas di dalam kantong kertas, tarik dan buang napas di dalam kantong kertas tertutup selama kurang lebih satu menit. Hidung dan mulut masuk ke dalam kantong tersebut. Tiup dan hirup sebanyak 10 kali dengan cukup kuat sampai wajah memerah. Lakukan dengan cepat, dan usahakan kantong kertas tertutup rapat sehingga tidak ada udara yang masuk ke dalamnya…jadi udara yang dihirup adalah udara yang banyak karbondioksidanya.

Bila cegukan tak hilang juga dalam beberapa jam atau bahkan hari, maka pertolongan medis seperti penggunaan obat-obatan sudah diperlukan. Beberapa obat yang dapat digunakan untuk menghilangkan cegukan diantaranya adalah chlorpromazin, metoclopramid, baclofen, antikonvulsan (fenitoin, asam valproat, carbamazepin) juga obat lain seperti quinidine, amitriptilin dan marijuana. Tentunya penggunaan obat-obatan ini harus dengan petunjuk dokter, sebab obat-obatan tersebut juga memiliki efek samping yang perlu diwaspadai.

Bila dengan obat-obatan cegukan tetap bertahan juga, dapat pula dicoba terapi hipnotis dan akupuntur.

Referensi:

http://medicastore.com/med/artikel.php?id=134

http://www.mail-archive.com/dokter_umum@yahoogroups.com/msg02403.html

http://www.berbagaihal.com/2011/06/penyebab-cegukan-dan-cara-mengatasinya.html

http://www.denggol.com/2011/01/obat-cegukan-paling-ampuh.html

http://www.berbagaihal.com/2011/06/penyebab-cegukan-dan-cara-mengatasinya.html

.

Buat Akun Baru
Reset Password