Mendengar Suara-suara Bisa Menyelamatkan Hidup Anda

Ibu rumah tangga biasa yang tinggal di London tersebut, yang tidak memiliki sejarah penyakit mental atau fisik, berusia tiga puluhan ketika tiba-tiba mendengar suara. Suara itu bukan suara setan ataupun malaikat, dan pesan yang disampaikan bukan pesan religius, spiritual, atau filosofis. Malah sebenarnya, pesan itu bertema tunggal: “Lakukanlah pemindaian otak.”

Dirujuk ke psikiatris untuk menjalani beberapa tes, wanita itu diberi resep antidepresan dan meskipun terbungkam sesaat, suara itu kembali, sama jelas dan spesifik seperti sebelumnya. Setelah beberapa bulan, dan terutama dilakukan untuk menenangkan wanita itu, pemindaian otak dilakukan.

Yang mengejutkan dokternya, hasil scan menunjukkan bahwa wanita tersebut memiliki meningioma, sebuah tumor meninges, membran pelindung di sekeliling otak dan sumsum tulang belakang. Tumor itu berdiameter lebih dari 2,5 sentimeter dan sesudahnya diangkat oleh ahli bedah.

Saat wanita itu sadar dari pembiusan setelah operasi, suara itu rupanya muncul untuk terakhir kalinya. Kali ini pesannya berbeda. Suara itu hanya mengatakan “Selamat tinggal” dan tidak pernah terdengar lagi.

Fenomena paranormal semacam ini, kejadian yang tidak bisa dijelaskan ilmu pengetahuan, secara reguler dilaporkan dalam literatur medis, dan survei menyatakan bahwa kebanyakan orang meyakini setidaknya satu fenomena paranormal yang mereka anggap benar, yang paling populer adalah telepati dan indra keenam.

Mungkinkah ada kebenaran pada pernyataan paranormal tersebut? Apa kita mendengus tak percaya hanya karena ilmu pengetahuan belum berhasil menjelaskannya? Bukankah mereka yang pertama kali berpendapat bahwa dunia ini bulat dan merekalah yang menyatakan bahwa bumi bukanlah pusat alam semesta dulu ditertawakan atau dihukum?

Dalam risetnya, Robert Bobrow – dari Departemen Obat-obatan Keluarga di Pusat Ilmu Kesehatan Stony Brook, New York – meninjau kasus-kasus paranormal yang ada di literatur medis yang sebagian besar dilaporkan oleh dokter. Laporan yang ditinjaunya rupanya menyertakan kasus-kasus keberhasilan sihir, penyembuhan jarak jauh, halusinasi pendengaran, perkiraan saat kematian oleh diri sendiri, lycanthropy (delusi menjadi serigala), berbicara menggunakan bahasa asing yang belum dipelajari di bawah hipnotis, dan lebih dari satu kasus anak yang membicarakan tentang orang tak dikenal yang sudah meninggal.

Dalam setiap kasus, dokter tidak bisa memberi penjelasan logis atas apa yang terjadi. Dalam kasus sihir, misalnya, seorang wanita Filipina-Amerika yang didiagnosa menderita penyakit lupus tidak bersedia mengonsumsi obat yang jumlahnya terus bertambah dan kembali ke desa tempat dia dilahirkan. Di sana, dukun membuang kutukan yang dijatuhkan pada wanita itu pulang ke rumah tiga minggu kemudian dalam keadaan sembuh.

Bobrow mengatakan bahwa penting untuk tetap membuka pikiran : “Ketidakmampuan paradigma yang ada untuk menjelaskan pengamatan ini tidak menyangkal keberadaan kasus semacam ini; malah sebaliknya,menyatakan bahwa perlunya lebih banyak riset. Kita menerima bumi itu bulat. Padahal bumi tampak datar, dan selama beribu-ribu tahun dipercaya seperti itu. Kita menerima radio, televisi, dan telepon seluler, yang mengubah gambar atau suara menjadi gelombang elektromagnetik yang seketika bergerak secepat cahaya dan lalu ditata ulang dan direproduksi sama persis seperti sebelumnya. Akan tetapi kita tidak menerima gagasan bahwa pikiran atau persepsi bisa terpancar dari satu otak ke otak lain, karena kita tidak punya landasan fisika yang mendukungnya. Menimbang bahwa bahkan 150 tahun yang lalu teknologi modern kita sepertinya mustahil, adalah naif jika berpikir kita sudah selesai mempelajari alam semesta.”

Referensi: R.S. Bobrow, “Paranormal phenomena in the medical literature sufficient smoke to warrant a search for fire”, Volume 60, hlm. 864-868.

.

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!