Bagaimana Cuaca Mempengaruhi Suasana Hati

Selama bertahun-tahun, para peneliti dibingungkan oleh cara cuaca mempengaruhi suasana hati dan perilaku. Mengapa orang lebih merasa tertekan pada malam hari atau pada musim dingin? Mengapa mereka lebih bahagia saat matahari bersinar cerah dan lebih muram saat hujan? Mengapa mendung tebal sebelum badai petir menyebabkan depresi, dan yang paling menarik, apa penyebab berubahnya suasana hati dan perilaku sampai tiga hari sebelum dimulainya angin sharav (angin yang panas dan kering) di Israel?

Perubahan terang, gelap, dan temperatur sudah diketahui berpengaruh, tetapi bagaimana mekanismenya?

Menurut riset di Rumah Sakit Hillside, New York, semuanya mungkin berasal dari perubahan elektris atmosfer yang mempengaruhi titik akupunktur tubuh, yang pada gilirannya berpengaruh pada level zat kimia otak yang terlibat dalam suasana hati.

Merupakan salah satu bentuk pengobatan komplementer yang paling populer, akupunktur melibatkan tindakan menusukkan jarum ke titik tertentu pada kulit dengan tujuan meredakan gejalan beragam kondisi penyakit, mulai nyeri leher dan osteoarthritis, hingga sakit gigi dan mengompol.

Semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa akupunktur benar-benar bekerja; dan teori tradisionalnya menyatakan bahwa akupunktur mengatur aliran energi vital, Qi, yang beredar melalui seperangkat kanal tak kasatmata di dalam tubuh untuk menghilangkan penyumbatan, meningkatkan aliran energi, dan memicu penyembuhan. Interpretasi yang lebih modern mengatakan bahwa jarum memicu pelepasan endorfin, zat kimia yang membuat kita merasa nyaman, atau bahwa jarum mempengaruhi saraf penerima rasa sakit atau menstimulasi sistem saraf. Salah satu versi terbaru terapi ini adalah elektro-akupunktur, yang menstimulasi titik bukan dengan jarum halus melainkan dengan arus listrik yang berdenyut.

Jadi, jika titik akupunktur bisa dikerjakan dengan alat listrik, maka titik tersebut, setidaknya secara teori, merespons terhadap perubahan signifikan yang terjadi dalam elektris atmosfer. Menurut para peneliti, efek elektris atmosfer memang menyamai efek akupunktur. Faktanya, kata mereka, jarum akupunktur bisa dianggap sebagai semacam antena.

Argumennya, jika titik akupunktur merespons stimulasi yang dipicu oleh kondisi cuaca tertentu, suasana hati bisa berubah. Para peneliti menekankan bahwa studi pada hewan menunjukkan bahwa baik akupunktur maupun elektro-akupunktur bisa menstimulasi pelepasan norepinephrine dan serotonin, zat kimia otak yang terlibat dalam suasana hati.

“Efek mirip akupunktur dari elektris atmosfer menyebabkan perubahan pada saraf penghubung yang mempengaruhi suasana hati dan perilaku,” kata para peneliti tersebut. “Perubahan ini menyebabkan perubahan fungsi saraf penghubung pada sistem saraf pusat, yang bisa mengakibatkan pergeseran kondisi psikologis.”

Referensi: L. Sher, “Effects of the weather conditions on mood and behaviour: The role of acupuncture points”, Volume 46, hlm. 19-20.

.

Buat Akun Baru
Reset Password