Nyeri Dada Disebabkan Oleh Bulan

Spontaneous Pneumothorax adalah kumpulan udara atau gas di dada, yang bisa menyebabkan paru-paru kolaps. Hal ini paling sering terjadi pada pria tinggi, kurus, berusia antara 20 dan 40 tahun, dan biasanya disebabkan pecahnya kantong kecil – berisi udara atau cairan – di dalam paru-paru yang disebut bulla.

Meskipun bisa diasosiasikan dengan penyakit, termasuk asma atau sistik fibrosis, pada banyak kasus tidak ada alasan jelas mengapa kondisi ini terjadi, yang gejalanya termasuk nyeri dada, napas pendek, dan batuk.

Sejumlah penyebab potensial telah diajukan, termasuk perubahan tekanan yang dipicu cuaca, khususnya badai petir, dan pengaruhnya terhadap kantong dalam paru-paru. Saat tekanan meningkat, demikian argumentasinya, kantong lebih mudah pecah.

Mencoba mendapat jawaban yang lebih baik, para dokter di Institut Pengobatan Preventif dan Klinis, Bratislava, berusaha mencari tahu apakah mereka bisa mendapatkan petunjuk apa pun dengan menggunakan informasi dari survei pasien. Mereka meninjau kasus yang terjadi pada 203 pria dan 41 wanita, yang hampir setengahnya berusia di bawah 30 tahun, yang pernah mereka rawat akibat kondisi itu.

Mereka mendapati bahwa memang tampaknya ada pola terhadap saat masuknya pasien, dan pemilihan waktu serta frekuensinya tidak acak, melainkan beroperasi setiap dua minggu sekali. Faktanya, saat mereka menganalisis data tersebut, terdapat dua puncak berbeda baik pada pria maupun wanita. Para pria datang persis satu minggu sebelum bulan baru, dan para wanita satu minggu sesudahnya.

Tidak jelas bagaimana bulan bisa memiliki pengaruh seperti itu, tetapi para peneliti mengatakan bahwa bisa jadi bulan melakukannya melalui gravitasi, sama seperti bulan mempengaruhi pasang di bumi. Perubahan tekanan sedikit saja pada waktu tertentu dalam siklus bulan, menurut para peneliti, mungkin sudah cukup untuk memicu pecahnya kantong paru-paru.

Pengaruh bulan semacam itu bisa, menurut argumen mereka, mempengaruhi keseimbangan cairan di dalam saluran udara kecil pada sistem pernapasan yang menyebabkan terganggunya saluran udara, yang mengarah ke pecahnya kantong di dalam paru-paru.

“Sepengetahuan kami, hubungan antara fase bulan yang spesifik dan berkembangnya spontaneous pneumothorax sejauh ini belum dipertimbangkan. Bulan beserta fasenya bisa jadi mempengaruhi manusia melalui gravitasi, seperti bulan mempengaruhi pasang laut,” kata para peneliti. “Temuan yang paling menonjol adalah puncaknya terjadi satu minggu sebelum bulan baru. Puncak tertinggi kedua terjadi satu minggu setelah bulan baru. Studi lebih lanjut dan observasi statistik baru diperlukan untuk menguji pernyataan bahwa fenomena bulan merupakan artefak roman atau sekedar mitos.”

Referensi: M. Sok, M. Mikulecky, dan J. Erzen, “Onset of spontaneous pneumothorax and the synodic lunar cycle”, Volume 57, hlm. 638-641.

.

Register New Account
Reset Password