Sepatu Kulit Menyembuhkan Penyakit

Pengalaman yang tidak biasa, tetapi mungkinkah bisa bekerja? Bisakah berdiri di sepatu bersol kulit bertabur magnesium sulfat yang menghasilkan arus listrik yang mengalir naik dari satu kaki dan turun di kaki yang lain memperbaiki kesehatan tulang dan memperbaiki kesehatan tulang dan mengatasi gout (asam urat) dan arthritis?

Dalam waktu empat bulan, dilakukan oleh satu orang, sukarelawan berusia 57 tahun meletakkan magnesium di sepatunya untuk melihat apa yang terjadi. Tidak hanya terjadi perbaikan umum pada kesehatan, termasuk pernafasan yang lebih baik, berat badannya juga turun 10 kilogram.

Menurut teori yang berasal dari para peneliti berbasis Tasmania, hal ini berhubungan dengan aktivitas elektronik dan aliran arus listrik yang melalui tubuh. Teorinya, aliran ini memengaruhi keseimbangan kimia tubuh, termasuk meningkatkan energi.

Konsepnya adalah saat arus alami dibiarkan mengalir arus tersebut menimbulkan efek yang lebih jauh pada kesehatan, termasuk perbaikan tulang, juga membantu mengontrol penyakit yang berhubungan dengan asam urat seperti gout. Menurut teori ini, elektron mengalir naik dari satu kaki dan turun melalui satunya saat kedua telapak kaki yang lain melalui kaki, dan akankah telapak kaki bereaksi sama seperti pasak besi?

Pengujian awal menggunakan pasak besi ditanah menunjukan bahwa memang ada sedikit aliran arus listrik. Namun masih tersisa dua pertanyaan-akankah tahanan listrik pada tubuh manusia terlalu besar untuk membiarkan aliran listrik mengalir dari satu telapak kaki ke telapak kaki yang lain melalui kaki, dan akan kah telapak kaki bereaksi sama seperti pasak besi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, para peneliti meletakkan dua plat baja anti karat di tanah. Saat sang pelaku eksperimen berdiri di atas plat dengan memakai sepatu bersol plastik, tidak ada aliran arus, tetapi saat kakinya telanjang, arus memang mengalir naik dari satu kaki turun ke kaki yang lain. Percobaan ketiga, yang melibatkan pemakaian sepatu kulit, menunjukan bahwa kulit, konduktor listrik yang lebih baik daripada plastik, juga membiarkan arus mengalir.

Akan tetapi, mungkinkah hal ini mempengaruhi penyakit? untuk mendapatkan jawaban, dilakukan eksperimen untuk melihat apakah asam urat, yang diketahui terlibat dalam sejumlah penyakit, yang diurai jika dialiri listrik berlevel kecil yang sama.

Pada sebuah pengujian, arus konstan dialirkan melewati larutan asam urat dengan menggunakan plat baja sebagai elektroda. Setelah 24 jam mulai terbentuk endapan cokelat di dasar bejana, mengindikasikan terjadinya perubahan kimia. Menurut para peneliti, mungkin saja proses yang sama bisa terjadi di dalam tubuh untuk mengontrol penyakit yang bersumber dari penumpukan asam urat. Sayangnya, perubahan dalam pabrikasi alas kaki selama bertahun tahun kian banyak menggunakan sepatu bersol plastik, yang artinya bisa jadi orang tidak dapat keuntungan sebesar mereka peroleh dari memakai sepatu kulit. Menurut laporan tersebut, jawabannya adalah dengan membeli sepatu bersol kulit atau menggunakan sepatu dengan bagian dalam yang mengalami perlakuan kimia sehingga bisa meneruskan listrik.

“Biaya pengganti ke sepatu yang solnya meneruskan listrik dan membiarkan arus listrik mengalir beserta manfaatnya terhadap kesehatan secara umum tidak mahal,” kata laporan tersebut. “Sekarang cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa di dalam tubuh karena telapak kaki telanjang bersentuhan dengan tanah. Kuat dugaan jika arus listrik alami ini dibiarkan mengalir, maka arus tersebut akan membawa efek yang jauh jangkauannya pada kesehatan secara umum, perbaikan struktur tulang, dan membantu mengendalikan penyakit asam urat, athiritis dan gangguan saraf.”

Referensi: A. A. Robinson, “Electrolysis between the feet and the ground and its probable health effects”, Volume 5, hlm. 1071-1077.

.

.

Buat Akun Baru
Reset Password