Fluoride Bisa Membuat Gigi Berantakan

Meskipun sudah lama ditambahkan ke dalam pasokan air dan pasta gigi sebagai cara mencegah gigi berlubang, fluoride tidaklah bebas kritik. Sementara bayak riset memperlihatkan manfaatnya bagi kesehatan gigi, banyak lagi riset lain mengaitkannya dengan penguningan gigi, bintik putih, dan pelubangan atau noda pada email gigi. Yang lebih kontroversial, ada riset yang mengklaim kaitan antara fluoride dan osteoporosis.

Menurut Philip Sutton, peneliti di Australia, fluoride bisa juga bertanggung jawab atas hal lain – masalah ortodontis. Diduga fluoride merusak tulang yang berkembang yang tugasnya menahan gigi agar tetap di tempatnya, yang mengakibatkan gigi yang terlalu rapat, tidak rata, dan masalah gigi lainnya.

Agar gigi bisa lurus dan berada pada posisi yang benar, diperlukan perkembangan normal dari tulang alveolar yang merupakan tempat gigi menetap. Salah satu persyaratan tulang alveolar yang sehat, sama seperti tulang yang lain, adalah bahwa dua tipe sel, sel osteoblast dan sel osteosit, yang satu bertugas membuat jaringan baru dan yang lain membuang yang lama, harus bekerja sama secara seimbang. Diduga, fluoride bersifat racun bagi sel-sel ini. Jika tulang mengalami masalah seperti fluorosis, yang disebabkan oleh terlalu banyak fluoride, maka hal ini mempengaruhi pertumbuhan tulang. Jika tulang tidak dapat mencapai bentuk dan ukuran potensialnya, bisa jadi hasilnya adalah gigi yang terlalu rapat.

Laporan tersebut mengatakan bahwa perubahan bentuk akibat fluorosis berat telah tampak pada manusia, termasuk anak-anak di bawah umur 10 tahun, yang secara teratur minum air yang mengandung fluoride sesedikit 3-5 mg/liter. Laporan ini juga mengutip laporan mengenai diketahuinya peningkatan level fluoride di lingkungan, termasuk di air, makanan, dan atmosfer, yang menambah jumlah fluoride selain yang ditelan.

“Diperkirakan bahwa masalah ortodontis timbul akibat meningkatnya asupan fluoride, terutama melalui fluoridasi air minum,” kata laporan ini. “Saat asupan fluoride dari semua sumber cukup tinggi untuk mempengaruhi gigi yang sedang tumbuh, yang diindikasikan oleh berkembangnya fluorosis pada beberapa anak, ada kemungkinan osteoblast dan osteosit juga terpengaruh, pada anak berusia berapa pun, yang mengganggu proses normal perbaruan tulang, terutama tulang alveolar yang menopang gigi.”

Referensi: P. R. N. Sutton, “Can water fluoridation increase orthodontic problems?”, Volume 26, hlm. 63-4.


Buat Akun Baru
Reset Password