Hewan Peliharaan Mencegah Serangan Jantung

Meskipun terjadi kemajuan besar-besaran dalam bidang medis dan peningkatan kesadaran tentang bahaya merokok dan pola makan yang buruk, penyakit jantung tetap menjadi penyebab utama kematian. Setiap tahun, penyakit ini membunuh lebih dari 110.000 orang di Inggris, 600.000 orang di Amerika Serikat, dan lebih dari enam juta orang di dua negara ini menderita penyakit yang berhubungan dengan penyakit jantung sperti angina.

Sementara diketahui banyak penyakit dan kebiasaan gaya hidup yang meningkatkan risiko penyakit jantung, termasuk tekanan darah tinggi, diabetes, kolesterol tinggi, merokok dan pola makan buruk, semakin banyak bukti menunjukkan bahwa faktor psikososial – kecemasan, stres, dan depresi – juga berkontribusi terhadap risiko terkena penyakit ini.

Telah ditunjukkan sebagian contohnya, bahwa orang yang tinggal sendiri lebih cenderung terkena penyakit jantung. Juga didapati bahwa orang yang menikah lebih jarang terkena penyakit ini, dan orang yang tidak pernah menikah memiliki peluang 38 persen lebih besar terkena penyakit jantung. Mereka yang memiliki banyak teman dan mereka yang bersosialisasi berpeluang lebih kecil terkena penyakit ini.

Bagaimana bersosialisasi dan pertemanan melindungi kita terhadap kerentanan, atau bagaimana kurangnya kedua hal itu meningkatkan kerentanan, tidak jelas. Sebuah teori mengatakan bahwa semua bersumber dari stres emosional yang memicu peningkatan adrenalin yang membuat darah lebih mudah membeku, sehingga meningkatkan risiko sakit dan serangan jantung. Pertemanan bisa mengurangi stres emosional dan menjaga level adrenalin tetap rendah.

Efek menguntungkan dari perkawinan dan memiliki partner telah didapati pada sejumlah besar studi, tetapi apa itu berarti mereka yang hanya memiliki teman nonmanusia dikutuk mengidap sakit jantung?

Menurut para peneliti di Universitas Purdue, Indiana, tidak demikian. Mereka mengatakan bahwa efek menguntungkan yang sama bisa didapat dari tipe teman yag lain, hewan peliharaan. Faktanya, menurut mereka, memelihara hewan bisa menyelamatkan ribuan nyawa, dan hingga 7 dari 10 di antaranya kita bisa mendapatkan manfaatnya.

Bukti menunjukkan bahwa orang bisa membentuk ikatan emosi yang kuat dengan hewan, terutama anjing peliharaan. Manfaat memiliki hewan peliharaan, kata para peneliti tersebut, termasuk rasa keakraban, hiburan, pertemanan tanpa menghakimi, dan pengurangan isolasi sosial. Semua ini adalah kualitas yag didapati dalam hubungan manusia yang telah diketahui bisa melindungi terhadap stres, kesepian, depresi, dan kecemasan – semuanya faktor risiko penyakit jantung.

Para peneliti mengutip data yang menunjukkan bahwa memelihara hewan berkaitan dengan 2-3 persen penurunan kematian setelah serangan jantung: “Level penurunan risiko yang sama melalui pencegahan primer tambahan bisa secara potensial menyelamatkan 6.000 sampai 12.000 nyawa setiap tahun di Amerika Serikat,” kata mereka. Dan jika memiliki hewan peliharaan juga menurunkan risiko mengidap sakit jantung, sekaligus meningkatkan peluang selamat setelah serangan jantung, maka lebih banyak lagi nyawa yang bisa diselamatkan.

“Pada era teknologi medis yang semakin canggih, tampaknya ironis bahwa sesuatu yang secara umum diterima, memiliki kontribusi terhadap kualitas hidup yang lebih baik dan ada pada hampir 50 persen rumah tangga, yaitu hewan peliharaan, belum diperiksa secara layak kemungkinan perannya melindungi manusia terhadap risiko dan konsekuensi penyakit jantung koroner,” kata para peneliti. “Kami berpendapat bahwa hewan peliharaan bisa menurunkan risiko penyakit jantung koroner dan meningkatkan kemungkinan selamat jika serangan jantung terjadi dengan mempengaruhi faktor risiko psikososial pemiliknya secara positif.”

Referensi: G. J. Patronek dan L. T. Glickman, “Pet ownership protects against the risks and consequences of coronary heart disease”, Volume 40, hlm. 245-249.

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!