Panjang Jari Memprediksi Penyakit

Amati dengan cermat tangan anda. Apakah jari manis Anda lebih kecil daripada jari telunjuk, atau keduanya hampir sama?

Ini bukan pertanyaan sambil lalu. Jawabannya bisa membantu menemukan penyakit yang cenderung akan Anda derita, dan berapa lama lagi Anda akan menderita penyakit itu.

Sudah beberapa waktu diketahui panjang relatif kedua (telunjuk) dan jari keempat (jari manis) berbeda antara pria dan wanita. Pria cenderung memiliki jari manis lebih panjang daripada telunjuk, sementara wanita cenderung memiliki jari telunjuk lebih panjang dari pada jari manis.

Para peneliti berargumen ciri universal semacam itu tidak berevolusi secara kebetulan, dan pasti ada alasan mengapa pria dan wanita cenderung berbeda. Jawabanya, kata mereka, jari adalah penanda paparan hormonal di dalam rahim, ‘fosil’ sejarah apa yang masuk ke dalam rahim pada masa kritis tiga bulan pertama kehidupan.

Secara khusus, jari merupakan tanda tingkat hormon yang membentuk kehidupan awal janin saat otak, jantung, dan organ lain yang bertumbuh.

Jari manis relatif lebih panjang merupakan tanda janin terpapar hormon testosteron pria yang lebih tinggi tingkatnya, sementara telunjuk yang relatif lebih panjang merupakan penanda paparan estrogen. Akan tetapi campuran hormon yang ada pada saat itu mempengaruhi seluruh tubuh janin yang sedang berkembang, bukan hanya jari. Jika jari manis panjang, maka semua organ lain yang sedang berkembang pada saat yang sama juga terpapar testosteron dengan tingkat yang lebih tinggi. Ini artinya, menurut para peneliti, rasio dua jari tersebut bisa digunakan untuk menentukan risiko penyakit dikehidupan selanjutnya, sekaligus juga kualitas tubuh.

“Tingkat testosteron dan estrogen pranatal sudah diketahui berperan dalam kemandulan, autisme, disleksia, migrain, gagap, difungsi imun, infraksi miokardial, dan kanker payudara. Kami berpendapat rasio 2D:$D merupakan pertanda penyakit-penyakit ini dan mungkin bisa digunakan dalam diagnosis, prognosis, dan intervensi gaya hidup sejak dini yang bisa menunda munculnya penyakit atau memfasilitasi deteksi dini penyakit tersebut,” kata para peneliti.

Riset lain menunjukan bahwa rasio telunjuk dan jari manis bisa menjadi indikator bakat olahraga, agresi, jumlah partner seksual, autisme dan kerentanan terhadap depresi. Rasio tersebut juga dikaitkan dengan hiperaktivitas.

“Testosteron tinggi sebelum kelahiran seperti yang diindikasikan oleh rasio jari menghasilkan cukup banyak masalah perilaku dalam hal pengendalian diri, mudah emosi, suka menindas, berkelahi dengan anak lain, hiperaktivitas, mudah teralih konsentrasinya, dan hal-hal lain semacam itu. Secara umum, hal ini berlaku bagi anak perempuan maupun laki-laki. Ini juga mengurangi perilaku sosial, kecenderungan tidak memedulikan perasaan anak lain, dan tidak mau membantu jika ada orang terluka,” kata Profesor John Manning, Seorang psikolog evolusioner di Universitas Central Lancashire.

Bagi wanita, mutu yang diasosiasikan dengan bertangan feminin – telunjuk relatif lebih panjang daripada jari manis – termasuk kesuburan tinggi, keluarga besar, tingkat percaya diri rendah, neurotik rentan terkena kanker payudara dini, dan tidak berani mengambil risiko. Wanita dengan rasio maskulin lebih berisiko tidak subur, cenderung kidal, berani mengambil risiko, lebih percaya diri dan lebih besar kemungkinan menjadi homoseksual.

Bagi pria mutu yang diasosiasikan dengan bertangan maskulin—jari manis lebih panjang lebih panjang daripada jari telunjuk—termasuk kesuburan tinggi, pelari cepat dan mahir bermain sepak bola, autisme, kelancaran verbal rendah, agresi, dan pandai matematika. Pria yag memiliki rasio feminin cenderung pandai berdansa, kesuburannya lebih rendah, ketrampilan verbalnya lebih baik, tidak mahir olahraga, pembaca peta yang payah, memiliki kecerdasan lebih tinggi, dan mengalami lebih banyak depresi.

NB: Rasio Jari adalah panjang telunjuk dibagi panjang jari manis. Jika panjangnya sama, maka rasionya adalah satu. Jika jari manis lebih panjang, maka rasionya kurang dari satu. Pria lebih umumnya mempunyai jari manis lebih panjang dibandingkan jari telunjuk.

Referensi: J. T. Manning dan P. E. Bundred, “The ratio of 2nd to 4th digit length: A new predictor of disease predisposition?”, Volume 54, hlm. 855-857


Register New Account
Reset Password
WhatsApp chat