Bintik Matahari Menyebabkan Skizofrenia

Meskipun sudah lebih dari satu abad dikenal sebagai gangguan kesehatan mental yang berbeda dengan yang lain dan banyak diselidiki, skizofrenia tetap merupakan misteri. Penyebab pastinya tetap belum diketahui, dan sementara gen ikut berperan, banyak kemungkinan lain telah diselidiki, termasuk virus, stress, obat-obatan, dan kurang terpenuhinya kebutuhan di masa kanak-kanak.

Skizofrenia juga penyakit yang memiliki beberapa fitur epidemiologis yang menarik. Sebagai contoh, ilmuwan mendapati bahwa perbedaan geografi sebagai pengait antara tanggal kelahiran dan resiko. Di belahan bumi bagian utara, penderita Skizofrenia cenderung dilahirkan pada bulan februari dan maret, yang dianggap menjadi penyebab adalah kurangnya sinar matahari. Kurangnya sinar matahari mengakibatkan kurangnya vitamin D yang lalu mempengaruhi perkembangan otak anak.

Teori lain juga menunjuk ke matahari, tapi bukan pada radiasi ultraviolet maupun vitamin D, melainkan pada bintik matahari (sunspot) itu sendiri. Teorinya, bintik matahari memengaruhi otak yang sedang berkembang, kemungkinan diduga, pelalui pancaran badai magnetik mendadak yang tidak tampak ke bumi.

Sepertinya mustahil kejadian yang tidak terlihat, tidak diketahui, dan terjadi begitu jauh bisa begitu dramatis memengaruhi kehidupan dan kesehatan bumi. Tetapi penelitian lain mengindikasikan hal yang sebaliknya. Beberapa studi menemukan kaitan aktivitas bintik matahari dan epidemi flu, juga tingkat kelahiran, frekwensi kambuh penderita epilepsi, patah pinggul pada wanita berumur, aktivitas imunitas, perilaku sosial yang mengganggu, dan usia hidup. Setidaknya sebuah studi menunjukan bahwa jumlah pasien yang masuk rumah sakit jiwa meningkat selama aktivitas bintik matahari, sementara studi lain menunjukan bahwa memburuknya gejala pada beberapa pasien sakit jiwa.

Menurut laporan tersebut, bintik matahari adalah wilayah yang relatif dingin yang tampak seperti bintik gelap pada permukaan matahari, yang bisa bertahan beberapa hari dan memiliki medan magnet berkekuatan ribuan kali lebih besar dari medan magnet di bumi.

Mencoba menemukan kaitan antara kejadian yang terjadi jutaan kilometer diluar angkasa tidak sesulit kelihatannya. Mengutip riset lain tentang kaitan bintik matahari dengan kesehatan, laporan tersebut melaporkan bahwa bukti yang ada menunjuk ke gelombang mikro, dan radiasi gelombang mikro dari matahari. Gelombang semacam itu, menurut laporan tersebut, bisa menaikan tingkat kortisol dan stress pada hewan, dan wilayah otak manusia yang berurusan dengan stress juga diduga terlibat dalam Skizofrenia.

Satu kemungkinannya, aktivitas bintik matahari mengakibatkan penurunan tingkat seng pada janin yang bisa mengakibatkan kerusakan jaringan otak yang memerlukan banyak seng. Mereka yang secara genetis rentan karena penyakit ini lantas memiliki resiko yang lebih tinggi. “Tulisan ini menyatakan bahwa Skizofrenia disebabkan oleh beberapa faktor yang berhubungan dengan bintik matahari,” kata laporan tersebut.

Namun jika bintik matahari memang bisa mengakibatkan penyakit ini, mengapa tanya laporan tersebut, sebelum tahun 1800 tidak banyak kasus yang tercatat? Menurut laporan tersebut, studi penanggalan karbon menunjukan bahwa pada periode 1000-1715 terjadi ketiadaan bintik matahari. Ketiadaan ini dipisahkan oleh periode pendek munculnya bintik matahari yang munculnya tidak lebih dari 50. Ini, kata laporan tadi, bisa menjelaskan mengapa tidak ada kasus yang mendeskripsikan Skizofrenia dalam literatur medis sebelum tahun 1800 dan mengapa sejak itu angka kejadian Skizofrenia terus meningkat.

Referensi: R. C. Richardson-Andrews, “Sunspots and te recency theory of schizophrenia”, Volume 44, hlm. 16-19.


Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!