Penyembuh Cegukan

Hampir semua orang pernah mengalami cegukan. Bagi kebanyakan orang, cegukan setelah beberapa menit saja, tapi bagi yang lain kejadian ini bisa berlangsung selama berjam-jam, berhari-hari, bahkan berminggu-minggu.

Cegukan disebabkan oleh kontraksi diafragma, otot yang memisahkan dada dari perut, yang terjadi dengan sendirinya. Suara klasik “hik” adalah hasil tertutupnya trakea secara tiba-tiba oleh penutupan epiglottis ‘katup tenggorokan’. Tujuan cegukan ini tidak diketahui, tetapi karena sifatnya universal-bahkan sudah diobservasi terjadi pada janin-semestinya ada penjelasan evolusioner mengenai ini. Ada dugaan cegukan merupakan relik dari masa lalu akuatik manusia yang gunanya untuk menghentikan air masuk ke paru-paru, atau bahwa cegukan ini merupakan peninggalan refleks primitif mengisap.

Apapun sebabnya, cegukan merupakan pengalaman yang tidak menyenangkan, memalukan, dan pada beberapa kasus, bisa menyakitkan. Selama itu, banyak penanganan yang berbeda bahkan ganjil, disarankan termasuk berkumur hingga ke tenggorokan dengan air, tepukan keras dipunggung, sedikit wiski, meniup balon, sesendok teh gula, sendok dingin di punggung, yang lebih baru, sesendok baru mentega kacang dan eskrim.

Meskipun beberapa cara berhasil pada beberapa orang, tidak satupun terbukti PASTI manjur. Namun peneliti kasturba Medical College, India mungkin akhirnya sedah menemukan obatnya-meletakkan jari di dalam tenggorokan korban cegukan.

“Teknik sederhana yang sudah sering kali berhasil saya coba adalah dengan menginisiasi refleks muntah (gag refleks). Masukan saja jari ke pangkal lidah lalu tekan ringan, dan cegukan membandelpun lenyap,” menurut laporan tersebut. “Apapun akar penjelasan rasional dari intervensi jari ini, sebagai metode pertolongan pertama yang sederhana dan mudah dilakukan, penggunaan refleks muntah bisa menyelamatkan penderita cegukan membandel dari ketidaknyamanan dan ketegangan.

Bagaimana cara kerjanya tidak jelas, tetapi refleks muntah adalah kontraksi untuk mencegah tersedak. Menyentuh palatal yang lembut atau pangkal lidah, atau bahkan hanya berusaha menyentuh, memicu aksi refleks yang kuat pada kebanyakan orang. Sebuah teori menyatakan bahwa shock atau perubahan tiba-tiba dalam bernafas yang terjadi akibat refleks tersebut, entah bagaimana menata ulang saraf yang terlibat pada aksi dalam cegukan. Teori lain mengatakan bahwa karena terfokus pad aksi refleks, pikiran lupa mengenai cegukan dan karena itu menghentikan siklusnya.

Referensi: A. Kumar, “Gag reflex for arrest of hiccups”, Volume 65, hlm. 1206


Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!