100 Fakta Inkonsistensi HIV dan AIDS

  1. Definisi medis terbaru (Idiopathic CD4 + sel T lymphocytopenia) telah dibuat untuk menghindari fakta bahwa AIDS terjadi tanpa HIV.
  2. HIV tidak memenuhi postulat Koch, kriteria yang harus dipenuhi untuk membuktikan bahwa mikroba yang menyebabkan penyakit.
  3. Obat Anti-HIV (ARV), termasuk protease inhibitor, menghancurkan sel-T.
  4. Septrin (juga disebut Septra, Bactrim, kotrimoksasol) dan obat anti-HIV menghancurkan mitokondria.
  5. PCP (Pneumocystis carinii pneumonia) jamur menjadi resisten terhadap Septrin.
  6. Narkoba (heroin, popper, shabu, ekstasi, kokain) mengurangi jumlah CD4.
  7. Penderita HIV pulih kembali setelah mereka berhenti minum obat.
  8. Narkoba menyebabkan penyakit terdefinisi AIDS.
  9. Obat Anti-HIV (ARV) menyebabkan penyakit terdefinisi AIDS.
  10. ARV menghambat enzim manusia.
  11. Pasien HIV di Uganda Afrika yang hidup dalam garis sangat miskin dn tidak memiliki akses ARV mempunyai usia hidup yang sama seperti Pasien HIV di dunia Barat.
  12. Tidak ada penelitian yang dapat membandingkan kualitas hidup antara orang HIV negatif dengan orang yang HIV positif dan di Combo, tidak ada penularan yang terjadi dari pasangan Heteroseksual atau pada resiko yng lainnya.
  13. Hanya 38% pasien HIV positif yang tetap sehat dalam jangka waktu yang panjang pernah menggunakan AZT atau analog nukleosida lainnya.
  14. Penurunan angka kasus AIDS terjadi setelah di perkenalkan terapi pengobatan yang baru (Dec 1995) dengan memakan waktu selama 3 tahun penuh.
  15. ARV memiliki efek anti-mikroba.
  16. Pengenalan AZT (1987) tidak menyebabkan penurunan tingkat kematian AIDS.
  17. Dalam uji coba jangka panjang AZT (Studi Concorde) 172 peserta meninggal, 169 sewaktu mengkonsumsi AZT, 3 sementara pada kelompok plasebo.
  18. Rejimen NRTI menekan / menghancurkan sumsum tulang di mana semua sel sistem kekebalan tubuh dilahirkan.
  19. Anak-anak yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi AZT memiliki kemungkinan lebih tinggi terkena penyakit parah atau imunosupresi berat.
  20.  “Liburan obat” mengembalikan pemulihan respon sistem kekebalan tubuh.
  21.  AZT menyebabkan peningkatan sementara jumlah CD4 pasien HIV positif.
  22.  Tidak ada penelitian yang dapat mengkontrol menunjukkan bahwa AIDS mungkin terjadi karena kondisi NON-HIV sebagai penyebabnya.
  23. Pasien telah di diagnosa HIV positif yang dapat hidup Lama, sehat dan bebas narkoba sebagian besar diabaikan oleh para peneliti AIDS.
  24. Terlepas dari (penipuan) penelitian awal AZT dan penelitian Concorde belum ada penelitian keberhasilan ARV.
  25. Ada didokumentasikan dengan baik, kondisi non-HIV dapat menyebabkan penyakit AIDS.
  26.  Angka kasus penyakit yang terdefinisi AIDS di kalangan pengguna narkoba di Barat belum terbukti sebagai latar belakang permasalahan nasional.
  27.  Pada awal AIDS bersamaan waktunya dengan dampak secara kumulatif yang belum pernah terjadi sebelumnya, penggunaan intensif nitrit yang mudah menguap (popper) sebagai obat yang dipasarkan hampir secara eksklusif untuk kaum homoseksual.
  28.  AIDS dapat diobati secara efektif tanpa ARV.
  29.  Rata-rata, di luar perkiraan viral load 60.000 copy sebagai faktor menularkan HIV.
  30.  Bahkan metode PCR yang dapat mendeteksi 1 sel yang terinfeksi pada 100000 hanya dapat menemukan sangat sedikit DNA HIV positif.
  31.  HIV tidak bisa menularkan dari orang yang memiliki viral load terdeteksi.
  32.  HIV tidak pernah diisolasi.
  33.  Setelah miliaran dolar di keluarkan dari upaya penelitian dan lebih dari 20 tahun, para ilmuwan HIV masih tidak bisa menjelaskan bagaimana HIV menyebabkan AIDS.
  34. Setelah miliaran dolar di keluarkan dari upaya penelitian lebih dari 20 tahun tidak ada vaksin dan obatnya, hanya ada obat beracun yang mematikan.
  35. Tidak ada peningkatan prevalensi HIV di luar kelompok risiko di Inggris meskipun dalam catatan tingkat penyebaran penyakit menular dan tingkat kehamilan remaja sangat tinggi.
  36. DNA HIV ditemukan untuk menjadi tetap dari saat terinfeksi, tetapi jumlah CD4 terus turun.
  37. Jumlah CD4 turun dan viral load naik sementara saat mengkonsumsi ARV.
  38. AZT hampir tidak triphosphorylated/di serap oleh tubuh sehingga tidak mungkin memiliki efek anti-HIV.
  39. AZT tidak berpengaruh pada DNA HIV tetapi membuat beban virus (viral load) turun.
  40. Penelitian sepanjang tahun 1970 menunjukkan bahwa retrovirus tidak membunuh sel.
  41. Kemungkinan penularan HIV secara heteroseksual ditemukan sangat rendah (1 dalam 1000).
  42. Tes antibodi HIV memberikan hasil positif palsu diulang dan seroreversions dapat terjadi.
  43. Tes HIV sangat sensitif terhadap pengikatan antibodi yang tidak spesifik.
  44. Tes HIV melibatkan faktor pengenceran yang sembarang, semua orang yang di test dapat positif (karena pengikatan antibodi yang tidak spesifik) dan jika dalam serum mereka mencairkannya.
  45. Semua protein yang digunakan dalam tes HIV berhubungan dengan gen retrovirus yang ditemukan secara alami (endogen) di semua manusia.
  46. Retrovirus endogen dapat menghasilkan respon imun pada manusia.
  47. Tak satu pun dari protein HIV diuji telah terbukti milik HIV.
  48. Ada lebih dari 60 kondisi yang berbeda, termasuk kehamilan, yang telah dikenal untuk menghasilkan positif palsu pada tes HIV.
  49. Pada Elisa, Western Blot dan tes PCR HIV semua membawa penolakan meniadakan deteksi HIV.
  50. Kriteria untuk HIV-positif yang digunakan dalam tes antibodi bervariasi antar negara dan antar organisasi dalam suatu negara dan dapat menghasilkan hasil tak tentu (baik positif atau negatif).
  51. Para viral load PCR primer ditemukan menjadi spesifik untuk sekuens “HIV” genetik.
  52. Tes viral load memberikan negatif palsu.
  53. Tes viral load memberikan positif palsu.
  54. Tes viral load rendah memiliki reproduktifitas.
  55. Pengukuran langsung menunjukkan tidak ada korelasi antara viral load dan jumlah CD4.
  56. Banyak kondisi dapat menyebabkan berkurang jumlah CD4.
  57. jumlah CD4 antara 200 dan 300 dapat pada orang negatif HIV yang sehat.
  58. Tidak ada studi yang membandingkan variasi CD4 pada combo bebas positif HIV (tanpa faktor risiko) dan negatif HIV.
  59. Sehubungan dengan pendirian AIDS, “epidemi” AIDS heteroseksual asal Afrika dimulai di Barat sebagai “epidemi” homoseksual.
  60. Pada tahun 1985 kejadian HIV di Afrika Selatan hanya terbatas pada kaum homoseksual yang telah berkunjung ke Amerika Serikat dan mereka yang telah berhubungan seks dengan mereka.
  61. Amerika Serikat ditemukan menjadi negara dunia yang paling banyak melakukan seksual secara sembarangan.
  62. Kondom (terbuat dari polyisoprene) memiliki lubang jauh lebih besar dari HIV.
  63. Mengurangi kejadian Penyebaran Penyakit Menular Seksual di Afrika tidak mengurangi tingkat terinfeksi HIV.
  64. Hanya dalam hitungan menit masyarakat Afrika benar-benar yang telah dites HIV, perkiraan prevalensi berasal dari ekstrapolasi berdasarkan sampel tidak representatif dari klinik bersalin.
  65. Di Afrika tes ELISA positif tunggal atau bahkan Rapit Test dengan menggunakan (air liur / air kencing) tes dianggap sah sebagai bukti terinfeksi HIV, sedangkan di negara maju membutuhkan serangkaian tes.
  66. Prevalensi HIV ditemukan lebih rendah di penjara Afrika Selatan daripada populasi umum.
  67.  Sebagian besar “pasien dengan gejala AIDS” di Afrika ketika di dites HIV hasilnya negatif.
  68. Di Zambia “AIDS menghancurkan” sejak tahun 1980 ketika populasi telah meningkat dan bahkan tingkat peningkatan populasi terus meningkat!
  69. Di Afrika Selatan “Gelombang AIDS” tidak membuat bisnis para pembuat peti mati meningkat ataupun bangkrut (gulung tikar).
  70. Jumlah keseluruhan kasus AIDS di Afrika hampir seluruhnya terdiri dari kasus diperkirakan ketimbang diketahui, kasus yang terdaftar.
  71. PCP adalah penyakit pada orang dewasa umum di Barat namun sering didefinisikan AIDS tetapi di Afrika hampir seluruhnya terbatas pada anak-anak muda.
  72. Tidak ada wabah AIDS di kalangan heteroseksual di Barat.
  73.  IDU yang konsisten menggunakan program pertukaran jarum suntik bersih adalah 10,2-22,9 kali LEBIH BANYAK kemungkinan untuk mengetes HIV positif dibandingkan dengan bukan pengguna.
  74. Primata non-manusia “perkembangan” untuk AIDS (saids) jauh lebih cepat daripada manusia.
  75. SIV tidak menyebabkan aids pada populasi primata liar.
  76. Prevalensi SIV terlalu rendah pada populasi primata liar untuk memperhitungkan perlawanan SIV dalam populasi.
  77. HIV prevalensi di penangkaran populasi SIV primata naif ditemukan sangat rendah.
  78. Sampai awal 1930-an ribuan orang Eropa menerima transplantasi dari simpanse dan tidak mendapatkan AIDS
  79. penelitian di Uganda menunjukkan HIV-positif tidak menunjukkan penyebab baru penyakit, hanya menurunkan mortalitas pada negatif HIV.
  80. Dari seribu tenaga medis per tahun secara tidak sengaja terjadi kontak dengan jarum suntik penderita hepatitis namun Menjelang tahun 1998 tidak terdapat adanya kasus yang didokumentasikan ahli bedah atau teknisi kesehatan gawat darurat / paramedis mendapatkan AIDS, atau bahkan HIV, dari paparan kerja.
  81. Semua pasien AIDS memiliki kadar glutathione pada tingkat yang rendah, glutathione adalah antioksidan yang larut dalam cairan utama pada intraseluler.
  82. Antioksidan N-asetil sistein menghambat “replikasi HIV”.
  83. oksigen yang reaktif terlibat dalam penyebabkan adanya ekspresi HIV dan kematian sel.
  84. Perawatan dengan mengoksidasi, bahan *** mitogenik yang diperlukan untuk “isolasi” HIV dari kultur sel.
  85. Sperma yang disimpan secara rektal bisa menjadi imunosupresif, mitogenik, mengoksidasi dan merangsang produksi antigen.
  86. T-sel yang rendah menunjukkan akan terjadi  serokonversi HIV dan untuk memprediksi serokonversi (terinfeksi).
  87. Rangkaian genetik yang seperti rangkaian HIV juga ditemukan dalam genom orang HIV-negatif.
  88. Epitop ** dari HIV atau keteraturan protein TAT, REV dan NEF adalah hal yang normal  ditemukan dalam jaringan manusia.
  89. Stress intraseluler yang bersifat racun dapat membuat rangkaian genetik baru.
  90. HIV menunjukkan lebih dari 40% variasi dari rangkaian gen esensial (protease).
  91. Transfusi dapat menyebabkan tmbulnya protein baru yang diketahui menjadi penekan kekebalan tubuh.
  92. Penderita hemofilia dapat memiliki hypergammaglobulinaemia yang dapat menyebabkan hasil tes HIV positif palsu.
  93.  99,9% dari genom HIV dalam darah yang mungkin rusak.
  94. Angka kematian pada penderita hemofilia mulai mengalami peningkatan pada tahun yang sama saat mereka mulai mengkonsumsi AZT.
  95. Perbandingan ODHA yang minum AZT  berpotensi menderita hemofilia 4,5 kali lebih tinggi, dan kematian 2,4 kali lebih tinggi, dibandingkan  yang tidak minum AZT.
  96. Infeksi HIV (virus halus) tidak bertahan dalam proses persiapan Faktor VIII.
  97. Teori HIV telah melakukan prediksi yang tidak benar di sepanjang era HIV.
  98. Kortikosteroid dan kortisol endogen menekan respon imun seluler dan kortisol menghancurkan Sel T-dewasa.
  99. Imunitas seluler yang efektif bergantung pada pertahanan gas oksida nitrat, lihat Eur misalnya. J. Immunol. 2002, 32 (5) :1455-63.
  100. AIDS menyebar dengan tidak-secara eksponensial, seperti penyakit menular.

Disadur dan diterjemahkan oleh Dody Achmadi, Gerakan Tolak ARV (GETAR) 

Sumber : http://www.lookingglassnews.org/viewcommentary.php?storyid=31

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!