Stroberi Atasi Sakit Hati

Sakit hati akibat putus cinta bisa sembuh oleh waktu. Tapi sakit hati yang sesungguhnya alias radang hati atau hepatitis, perlu pengobatan serius. Banyak ahli dari berbagai negara terus berupaya meneliti masalah hepatitis ini.

Meski dunia modern menemukan kemajuan dengan pelbagai bahan kimiawi, jalur tradisional masih diminati. Mereka percaya cara ini lebih minim efek sampingnya.

Jika di negeri kita orang mengandalkan temulawak, di dunia Barat masalah gangguan hati secara empiris diatasi dengan mengasup stroberi.

Stroberi yang punya nama Latin Fragaria vesca (Linn.), termasuk keluarga Rosaceae. Cukup pantas dijuluki si mungil merah karena merupakan kerucut-kerucut mungil sebesar ibu jari kaki orang dewasa. Warnanya merah menawan.

Kalau benar-benar matang, rasanya manis dengan sedikit asam. Sementara orang menyebutnya manis-manis segar. Selain dimakan begitu saja atau dijus, stroberi kadang diolah menjadi selai, memberi rasa lezat pada es krim, susu, permen, dsb.

Buah yang kini sudah dibudidayakan di negeri kita ini kaya akan vitamin C, K, magnesium, kalium, zat besi, asam malik, dan asam sitrik. Berdasarkan penelitian di Kanada, stroberi cukup ampuh melawan infeksi yang disebabkan oleh virus, termasuk hepatitis. Lagi pula, berkat kandungan asam elagik yang bersifat antikarsinogen si Mungil Merah bisa melindungi sel-sel liver agar tidak berkembang menjadi ganas (kanker).

Masuk akal memang, kalau di dunia Barat, buah stroberi yang tumbuhnya menjalar di tanah dan penyuka udara dingin ini banyak diasup mereka yagn sedang “sakit” hati. Kandungan vitamin C-nya yang tinggi akan meningkatkan daya tahan tubuh sehingga membantu hati mempercepat penyembuhan peradangan yang sedang diderita. (Dra. Lucie Widowati, Msi. – Menu Sehat)

Sumber: Intisari-Online.com, K. Tatik Wardayati, Friday, 22 February 2013

Buat Akun Baru
Reset Password