Awas, Hal-hal Ini dapat Menyebabkan Gangguan Kecemasan

Gangguan kecemasan bukan hanya dipicu oleh situasi yang mengerikan saja. Tetapi beberapa hal sederhana yang merupakan bagian dari keseharian Anda juga dapat memicu gangguan kecemasan, serta mempengaruhi suasana hati.

Berikut adalah beberapa penyebab gangguan kecemasan yang akrab dalam kehidupan Anda sehari-hari dan mungkin tidak Anda sadari, seperti dilansir Ivillage, Senin (18/3/2013) antara lain:

1. Makanan yang mengandung zat aditif: aspartame, pewarna makanan, penyedap rasa
Banyak orang melaporkan bahwa dirinya mengalami perubahan suasana hati dan kecemasan setelah makan makanan yang mengandung pemanis buatan (seperti aspartam dan sirup jagung tinggi fruktosa), pewarna makanan, dan perasa (MSG).

Zat aditif dalam makanan juga terlibat dalam kasus ADHD dan autisme pada anak-anak. Faktanya, pewarna dan pemanis buatan adalah neurotoksin yang dapat mengganggu fungsi sistem normal saraf, sehingga dapat menyebabkan peningkatan gejala kecemasan.

2. Obat-obatan dan suplemen
Obat-obatan yang mengandung kafein, termasuk pereda sakit kepala, migrain, obat batuk, dekongestan, obat asma dan suplemen penurunan berat badan dapat meningkatkan denyut jantung dan menyebabkan lonjakan perasaan cemas.

3. Sensitivitas makanan
Gejala sensitivitas makanan diantaranya berupa masalah-masalah pencernaan seperti sakit perut dan kesulitan bernafas. Kedua masalah ini dapat menyebabkan kecemasan serta mempengaruhi suasana hati secara langsung.

Sensitivitas terhadap gluten, kedelai, susu, bahkan cokelat, dapat berdampak pada kadar hormon dan bahan kimia otak lainnya yang mengganggu keseimbangan untuk menjaga tubuh dan pikiran agar dapat mengendalikan kecemasan.

4. Melewatkan makan
Pekerjaan yang terlalu sibuk, tidak jarang membuat seseorang melewatkan makan. Selain itu, banyak orang merasa kehilangan nafsu makan ketika dirinya sedang disibukkan oleh suatu pekerjaan dengan tingkat stres tinggi.

Padahal, melewatkan makan dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah dan jika berkepanjangan dapat menyebabkan gangguan kecemasan dan perasaan mudah tersinggung. Sebaliknya, kecemasan juga dapat mempromosikan gula darah yang rendah dan menimbulkan gejala seperti pusing, kebingungan dan kelemahan.

5. Dehidrasi
Sebuah studi yang dilakukan tahun 2009 di Tufts University menemukan hubungan antara dehidrasi dengan suasana hati. Studi ini menemukan bahwa orang yang dehidrasi dilaporkan lebih gampang marah, merasa bingung, tegang dan lelah.

Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi sangatlah penting untuk menjaga kelancaran fungsi fisiologis tubuh, termasuk mempercepat proses penyembuhan dan menghilangkan racun. Minum cukup air setiap hari adalah salah satu cara termudah untuk membantu tubuh tetap terhidrasi dan mampu mengontrol saraf.

6. Kafein
Banyak orang memanfaatkan kafein dalam kopi, teh, atau minuman energi untuk mendongkrak semangat dan kewaspadaan. Tetapi jika kadarnya berlebihan dapat menginduksi gangguan kecemasan, dengan meningkatkan detak jantung dan memicu serangan panik.

Terlalu banyak mengonsumsi kafein juga dapat meningkatkan sejumlah gejala kecemasan, seperti telapak tangan berkeringat, telinga berdenging, bahkan perasaan gelisah sepanjang waktu.

7. Rokok, narkoba dan alkohol
Banyak orang yang keliru mengandalkan rokok, minuman beralkohol atau obat-obatan terlarang agar merasa lebih tenang. Hal ini justru menjadi bumerang, dimana nikotin dalam rokok dapat meningkatkan tekanan darah dan detak jantung.

Selain itu, karbonmonoksida dalam asap rokok juga dapat menyebabkan masalah pernapasan dan meningkatkan kemungkinan serangan panik. Adapun alkohol dan obat-obatan, juga dapat menyebabkan serangan panik dan efek mengganggu pada sistem saraf pusat, sehingga membatasi kemampuan otak untuk menenangkan pikiran dan tubuh.

8. Kekurangan gizi
Vitamin B kompleks, C, dan vitamin E berperan penting dalam fungsi sistem saraf, dan vitamin B mempengaruhi suasana hati dan metabolisme. Magnesium dikenal dapat membantu menghilangkan stres, sehingga kekurangan mineral ini dapat menyebabkan seseorang mudah terserang gangguan kecemasan.

Anda juga membutuhkan selenium, suatu antioksidan penting bagi neurotransmiter di otak untuk membantu mengontrol suasana hati. Dan menurut sebuah studi tahun 2006, orang dengan tingkat asam lemak omega-3 yang lebih rendah, berada pada risiko gangguan kecemasan. Sehingga penuhilah kebutuhan gizi Anda dengan makan makanan bernutrisi seimbang atau dengan tambahan suplemen.

9. Usia
Seiring bertambahnya usia, seseorang memang akan lebih bahagia, tetapi jika Anda berkutat pada peristiwa-peristiwa menyedihkan di masa lalu seperti kematian pasangan, kesehatan yang buruk, memudarnya ingatan, dan bahkan dana pensiun, dapat menyebabkan gangguan kecemasan.

10. Pikiran negatif
Banyak terapis menekankan bahwa pikiran-pikiran negatif yang persisten benar-benar memiliki efek yang merugikan pada kesejahteraan emosional seseorang. Pikiran negatif yang berlebihan justru dapat meningkatkan risiko terhadap kecemasan.

11. Trauma
Seseorang juga kaan lebih mudah mengalami gangguan kecemasan jika selalu dihantui oleh memori atau ingatan yang buruk, dikenal dengan pasca-traumatic stress disorder. Misalnya ketika Anda trauma dengan suara tembakan senapan, suara lain seperti petir atau apapun yang menyerupai suara tembakan akan membuat Anda cemas.

Sumber: DetikHealth, Linda Mayasari, Senin, 18/03/2013

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!