Saat Musim Hujan Cenderung Galau, Apakah Masuk Gangguan Mental?

Musim hujan seringkali membuat suasana hati menjadi ikut mendung. Suasana hati yang biasanya ceria jadi lebih mudah galau dan merasa sedih. Awas, mungkin itu adalah tanda-tanda gangguan yang disebut Seasonal Affective Disorder (SAD) yang bisa menjurus ke depresi.

SAD adalah kondisi yang membuat seseorang merasa sendu selama musim dingin. Gangguan ini terjadi karena kurangnya paparan sinar matahari dan berpengaruh terhadap kondisi hormonal pengatur suasana hati. Dalam literatur, SAD ditemukan di negara 4 musim, bagaimana dengan di Indonesia?

“Kalau di negara beriklim dingin, istilah itu banyak dipakai di negara-negara 4 musim. Kalau di Indonesia tidak ada. Melihat kepustakaan, kita melihat terjadi terutama di negara-negara seperti AS dan Eropa yang punya musim dingin,” terang dr Andri SpKJ, Psikiater dari RS Omni Alam Sutra Tangerang kepada detikHealth, Rabu (10/4/2013).

Dr Andri menjelaskan, di Indonesia tidak ada gangguan SAD karena iklimnya tropis, di mana kebutuhan cahayanya terpenuhi sepanjang tahun. Bahkan kalau musim hujan saja masih panas. Gangguan SAD berhubungan dengan dengan tidak adanya cahaya akibat sinar matahari yang sedikit.

Gangguan SAD yang dibiarkan berlarut-larut bisa berkembang menjadi depresi. Itulah sebabnya penderita SAD diterapi dengan light terapi, yaitu terapi dengan dipaparkan cahaya karena gangguan ini merupakan dampak tidak adanya cahaya matahari. Pada musim dingin di negara 4 musim, memang tidak ada sinar matahari dari pagi sampai sore.

Gejala dan tanda-tanda SAD mirip dengan gangguan suasana hati, yaitu mulai dari penurunan mood, afek psikis motorik yang menurun, malas, lelah dan rasa tidak berguna. Bedanya, gangguan tersebut dipengaruhi oleh musim. Walau demikian, dr Andri menjelaskan bahwa SAD sebenarnya bukan gangguan kejiwaan.

“Sebenarnya itu bukan didiagnosis gangguan kejiwaan. Dalam gangguan mood tidak ada namanya Seasonal Affective Disorder. Itu adalah penggunaan gaya bahasa sehari-hari saja. Kalau dalam beberapa kasus pasien mengalami gangguan kejiwaan serupa, ada istilahnya lagi,” jelas dr Andri.

Untuk didiagnosis memiliki gangguan kejiwaan, gejala-gejala seperti yang disebutkan di atas setidaknya muncul selama 2 minggu. Penanganannya juga tergantung dengan hasil diagnosis. Jika masuk kategori gangguan suasana hati, maka dokter akan menangani sesuai penanganan gangguan suasana hati. Jika masuk kategori depresi maka ditangani seperti pasien depresi.

Kecenderungan seseorang untuk mengalami SAD selain dipengaruhi oleh faktor lingkungan, juga bisa terjadi karena faktor psikis yang sudah dialami individu tersebut. Memang pada banyak kasus, umumnya banyak orang mengalami perubahan energi ketika musim dingin atau disebut feeling blue, tapi bukan berarti langsung bisa dikatakan mengalami SAD.

“Pada orang yang memang punya gangguan depresi atau disebut juga depresi berulang, gangguan ini akan lebih mudah muncul,” terang dr Andri.

Sumber: Putro Agus Harnowo – detikHealth, Rabu, 10/04/2013

banner promo dach-kcl

banner-promo-hios-4


Buat Akun Baru
Reset Password