Vaksin Flu Babi Diduga Sebabkan Gadis Ini Tertidur 30 Kali Sehari

Seorang remaja asal Inggris bernama Chloe Glasson sebelumnya menjadi pemberitaan hangat di sejumlah media massa karena bisa tertidur hingga 30 kali sehari akibat penyakit langka. Pemerintah diminta bertanggung jawab karena diduga penyebabnya adalah pemberian suntikan pencegah flu babi pada tahun 2009.

Namun hingga delapan bulan lalu Department for Work and Pensions masih menolak klaim tunjangan kompensasi dari keluarga Chloe dengan alasan penyakit yang diderita Chloe tak begitu melumpuhkan dan ia tak memenuhi kriteria sebagai penyandang dana tersebut.

Perlu diketahui penyakit langka yang menyebabkan Chloe sangat sering tertidur itu disebut dengan narkolepsi. Selain itu, Chloe juga mengidap cataplexy, artinya otot-otot dalam tubuhnya bisa lumpuh secara tiba-tiba tanpa adanya peringatan.

Dalam surat yang dikirimkan DWP kepada keluarga Chloe dikatakan, “Bukti-bukti yang ada tidak mengindikasikan adanya risiko yang membutuhkan pengawasan secara terus-menerus untuk menghindari bahaya substansial (akibat penyakit tersebut).”

Beruntung Chloe mendapat dukungan dari beberapa pihak, di antaranya mantan Perdana Menteri Gordon Brown, sehingga gadis yang berasal dari Kickcaldy, Fife, UK ini akhirnya mendapatkan tunjangan sebesar 537 poundsterling per bulan yang menjadi haknya, terutama untuk membantu mengobati narkolepsi kronis yang diidapnya.

Gadis berusia 15 tahun ini juga membutuhkan dana tersebut untuk membayar SPP tambahan menjelang ujian akhir.

“Kami telah berjuang melawan DWP sejak bulan Februari tahun ini dan sejak awal kondisinya sudah tak karuan. Ketika kami menerima surat penolakan, kami sangat sedih. Kami merasa ditampar karena putri kami dibanding-bandingkan dengan ‘anak normal’ padahal jelas-jelas ia butuh bantuan ekstra,” tutur sang ibu, Rebecca (32) seperti dilansir Daily Mail, Sabtu (2/11/2013).

Orang tua Chloe pun tak kalah patah hati karena tak dapat memenuhi kebutuhan tambahan bagi putri mereka.

Namun setelah mendapatkan telepon yang mengabarkan bahwa permohonan tunjangannya disetujui, orang tua Chloe baru bisa merasa lega. “Sekarang kami bisa memesan taksi khusus untuk antar-jemput Chloe dari dan ke sekolah. Kami juga bisa membayar seorang tutor agar ia tak ketinggalan pelajaran,” ungkap Rebecca.

Kendati Chloe tak bisa melakukan apa-apa, tak bisa makan sendiri atau naik transportasi umum, bahkan kamar mandinya tak boleh dikunci setiap saat demi mengantisipasi jika sewaktu-waktu Chloe tertidur dan jatuh di kamar mandi, tapi orang tua Chloe merasa beruntung karena putri mereka tak pernah mengalami cedera yang parah.

Belakangan pemerintah akhirnya mengakui jika suntikan Pandemix Swine Flu yang diterima Chloe dan anak-anak sebayanya bisa jadi bertanggung jawab terhadap ‘efek samping’ ekstrem seperti yang dialami Chloe. Bahkan diduga setiap satu dari 55.000 anak yang diberi suntikan Pandemrix mengidap narkolepsi.

Sumber: Rahma Lillahi Sativa – detikHealth, Sabtu, 02/11/2013

Buat Akun Baru
Reset Password