Tidak Semua Gigi Bisa Diputihkan Dengan Bleaching

Memiliki deretan gigi yang putih dan rapi memang idaman semua orang. Sayangnya, gara-gara kebiasaan mengonsumsi teh, kopi, atau merokok warna gigi akan menjadi kuning kusam. Tapi jangan langsung berharap bleaching bisa mengembalikannya ke warna semula.

drg. Fanny dari klinik gigi My Dents Jakarta mengingatkan, jika dilakukan sembarangan, proses pemutihan gigi malah bisa mengakibatkan perubahan pada enamel gigi, walaupun tidak sampai merusak. Enamel merupakan bagian luar yang menutupi semua mahkota gigi dan berfungsi melindungi gigi. Namun tentu saja jika proses pemutihan dilakukan dengan benar, tidak akan merusak enamel.

Sayangnya, lanjut Fanny, tidak semua gigi bisa diputihkan dengan cara bleaching. Apa saja?

1. Gigi yang berubah warna karena tetracycline
Tetracycline yang dimaksud adalah antibiotik yang dikonsumsi ibu saat bayi berada dalam kandungan. Akibatnya, ketika anak beranjak dewasa, gigi yang tumbuh akan berwarna kusam atau memiliki garis-garis dengan warna yang berbeda.

2. Gigi berlubang dan keropos
Gigi yang berlubang, ada tambalan, atau gigi yang keropos juga akan menjadi pertimbangan dokter untuk melakukan bleaching. “Jika gigi terlalu sensitif, bleaching dapat mengakibatkan ngilu pada pasien,” jelas Fanny.

Bagi gigi kusam akibat pengaruh minuman atau rokok, bleaching dapat dilakukan secara eksternal. “Bleaching eksternal ini dilakukan dengan mengoleskan pasta pemutih pada gigi dan dapat dilakukan di rumah,” ujar dokter muda ini. Namun, hasilnya juga tidak dapat bertahan lama apabila pasien tetap mengonsumsi minuman bersoda, kopi, atau merokok.

Sedangkan internal bleaching dilakukan untuk gigi dengan kondisi akar yang sudah mati. Namun prosesnya juga tidak bisa cepat. “Saluran akar harus dirawat terlebih dahulu, kemudian pengisian harus sempurna. Setelah itu, pemutihan baru dapat dilakukan” ungkap dokter yang sudah menangani pasien bleaching sejak dua tahun lalu ini.

Meski bleaching tidak dapat dilakukan terhadap semua gigi, Fanny mengungkapkan, masih ada cara lain untuk memperoleh kembali gigi putih cemerlang, khususnya bagi pasien dengan gigi keropos atau mengalami gigi berwarna akibat tetracycline, yakni dengan pemasangan mahkota atau crown gigi.

Lebih dari itu, Fanny mengingatkan, sebelum melakukan pemutihan gigi sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi. “Sebab tidak semua gigi memang dapat diputihkan,” ujarnya.

Sumber: Nila Kurnia Sari, Yahoo SHE – Kam, 31 Okt 2013

Register New Account
Reset Password