Belajar Sehat dari Menu dan Pola Makan Orang Jepang

Makanan dan bagaimana kita menghabiskannya lebih dari sekadar urusan tubuh. Keduanya berkait erat dengan tradisi, walaupun semakin banyak yang telah melupakan hal itu.

Soal makanan dan tradisi hidup sehat, kita bisa belajar dari orang-orang Jepang. Barangkali karena mereka pun menyadari hal tersebut, kebanyakan
komik, kartun, film, dan karya sastra keluaran Jepang menyentuh soal makanan, cara makan, dan kebiasaan sehat masyarakat Jepang. Mereka tidak
hanya berbagi hal-hal yang besar, tetapi juga hal sederhana yang berkaitan dengan cara hidup sehat.

Data membuktikan bahwa orang-orang Jepang memang layak berbagi soal gaya hidup sehat. Tingkat kesehatan mereka termasuk yang tertinggi di dunia. Satu lelaki Jepang mempunyai harapan hidup hingga usia 86 tahun. WHO melaporkan, Jepang menempati posisi pertama dalam negara maju dengan tingkat obesitas terendah. Naomi Moriyama, penulis “Japanese Women Don’t Get Old or Fat: Secrets of My Mother’s Tokyo Kitchen”, mengatakan, cara orang Jepang makan dan bergerak menjadi kunci kesehatan mereka.

Kita perlu tahu secara jelas rahasia dari itu semua. Berikut ini adalah bagian-bagian dari rahasia tersebut.

.

1. Hara Hachi Bu

Makanlah sampai perutmu penuh delapan bagian (dari sepuluh). Itu sari ajaran Konfusius soal makan. Orang-orang disarankan untuk tidak makan sampai perut mereka 100% penuh, melainkan hanya sampai 80%. Orang-orang Okinawa mempraktikkan ajaran tersebut sejak awal abad ke-21. Mereka mengonsumsi 1.800-1.900 kalori per hari dan ‘sinyal kenyang’ dalam perut mereka pada akhirnya terbiasa. Masyarakat Okinawa tercatat sebagai masyarakat dengan rata-rata body mass index terendah dibanding masyarakat lain dan perbandingan hidup yang panjang (centenarian), berkisar 20:100.000 orang.

Satu lagi, orang-orang Jepang selalu makan dalam porsi kecil. Karena itu, kalau Anda kerap melihat mangkuk-mangkuk kecil yang dipakai mereka saat makan, mangkuk-mangkuk itu memang sangat berguna. Karbohidrat yang masuk ke mangkuk-mangkuk itu pun tidak selalu nasi, mereka telah juga terbiasa dengan ubi, kentang, sereal, soba (mie dari tepung gandum), dan semacamnya.

.

2. Tidak Berlama-lama Mengolah

Ya, orang-orang Jepang menyukai ikan yang tidak dimasak dengan cara umum. Bahkan, bagi kita, itu mungkin cenderung masih mentah dan berbau amis. Namun mereka tidak hanya menerapkan pola pengolahan semacam itu terhadap ikan. Sayuran dan lain-lainnya pun diolah sebentar.

Hal tersebut baik bagi kandungan nutrisi dalam bahan makanan. Nutrisi-nutrisi tersebut tidak hilang karena diolah dengan cepat. Pengolahan yang terlalu lama, terlebih dengan cara memasak, memang cenderung meningkatkan radikal bebas. Lagipula, orang-orang Jepang lebih sering mengolah bahan makanannya dengan cara merebus dan mengukus.

.

3. Ikan, Kedelai , Sayur , Buah

Kebanyakan menu makan orang-orang Jepang terdiri dari ikan, kedelai, sayur, dan buah-buahan. Orang-orang Jepang lebih suka memakan ikan dari pada daging-dagingan, itu membuat konsumsi lemak mereka rendah. Apalagi mereka memperhitungkan keseimbangan antara makanan satu dengan makanan yang lain setiap kali makan. Menu makan orang Jepang, yang klasik dan masih bertahan sampai sekarang adalah semangkuk nasi merah, sayur, semangkuk sup miso, ikan, dan sepotong buah sebagai penutup.

.

4. Camilan Sehat

Orang-orang Jepang, bahkan termasuk para perempuannya, kerap memakan camilan. Namun jenis camilan mereka tidak seperti yang biasanya kita ketahui. Camilan orang-orang Jepang cenderung sehat karena mengandung karbohidrat, protein, serat, folat, mangan, isoflan, dan nutrisi lainnya. Di antara camilan-camilan tersebut adalah botamochi, edamame, dan kaki pi.

.

5. Tubuh yang Dinamis

Saat Jepang menjadi salah satu negara pengekspor kendaraan bermotor, masyarakat Jepang malah lebih memilih berjalan kaki saat bepergian: baik ke taman, sekolah, ke pasar, bahkan ke kantor. Kesibukan tidak mengikat tubuh-tubuh orang Jepang ke tuntutan naik kendaraan pribadi. Mereka lebih suka melakukan sesuatu yang membuat tubuh mereka bergerak. Kita perlu menirunya.

Kebiasaan tersebut berpengaruh pada kesehatan orang-orang Jepang. WHO melaporkan, kebiasaan sehat tersebut telah dilakukan oleh 98% orang Jepang sejak mereka masih kecil. Orang-orang tersebut selalu membiasakan diri berangkat sekolah dengan berjalan kaki. Naori Moriyama pun berkata, “Matikan gadget dan peralatan elekronik Anda selama satu jam setiap malam. Gunakan satu jam itu untuk jalan-jalan atau sekadar berbincang- bincang bersama keluarga. Anda akan lihat efek kesehatan dari hal di atas untuk anak-anak akan sangat luar biasa.”

Sumber: Majalah Family VIII/HDI/XXI/2016 Halaman 20-21

.

Pengen Sembuh? Ayo Ke Supermarket!

Ebook Pengen Sembuh SupermarketEbook ini membahas tentang bagaimana memanfaatkan produk-produk yang di jual di supermarket untuk mengobati berbagai penyakit/masalah kesehatan.

Materinya sangat ilmiah, yang bisa Anda cari buktinya melalui jurnal-jurnal atau situs-situs ilmiah di internet. Di beberapa halaman ebook ini memberikan penjelasan dan penelitian ilmiahnya. Dari sana pembaca akan melihat penjelasan dan komentar dari berbagai dokter dan peneliti.

Ada banyak sekali masalah kesehatan yang bisa diatasi dan diobati melalui produk-produk yang dijual di supermarket, namun tidak banyak yang tahu rahasia dan triknya untuk kesehatan.

>> LIHAT DETAIL <<

.

.

Buat Akun Baru
Reset Password