1. Tipe Android (Tipe Buah Apel)

Tipe android menunjukkan distribusi dan akumulasi dominan jaringan lemak yang terdapat pada bagian visceral (perut) dan bagian atas tubuh, seperti yang terlihat pada buah apel. Tipe ini banyak terjadi pada pria dan wanita yang telah mengalami menopause karena hormon estrogennya tak lagi diproduksi.

Semakin banyak jumlah lemak visceral, yang berarti semakin buncit seseorang, maka semakin tinggi ia kemungkinan mengalami resistensi insulin. Sebab jaringan ini menjadi sumber utama asam lemak bebas, terutama pada orang gemuk baik sebelum dan sesudah makan.

Sementara jenis timbunan lemak pada bagian atas tubuh adalah asam lemak jenuh. Seseorang dengan timbunan lemak jenuh tinggi dalam tubuh berisiko terkena penyakit yang berhubungan dengan metabolisme glukosa dan lemak seperti penyakit diabetes melitus, penyakit jantung koroner, stroke dan tekanan darah tinggi. Orang dengan tipe kegemukan seperti ini juga mempunyai kemungkinan terkena kanker payudara enam kali lebih besar dibandingkan orang yang memiliki berat tubuh normal.

“Lemak jenuh merupakan lemak yang lebih mudah untuk dibakar. Oleh karena itu, Anda tidak perlu putus asa. Ketika Anda bercermin dan ternyata timbunan lemak Anda lebih banyak pada tubuh bagian atas (lengan atas, pinggang dan perut), segeralah berdiet dan berolahraga secara teratur,” tulis Rita.

.

2. Tipe Ginoid (Tipe Buah Pir)

Tipe ginoid menunjukkan distribusi dan akumulasi dominan jaringan lemak pada bagian bawah tubuh, yaitu di daerah panggul dan paha. Tipe ini banyak terjadi pada kaum hawa. Jenis lemak yang tertimbun pada daerah panggul dan paha jenisnya adalah lemak tidak jenuh yang lebih sulit untuk dibakar. Namun penderita kegemukan tipe ini lebih aman dari risiko penyakit tidak menular.

Jika Anda termasuk tipe ini, diperlukan pemeriksaan lebih lanjut sebab perlu diketahui apakah lemak bagian atas tubuh Anda sudah normal atau belum melalui konseling ahli gizi. Jika memang lemak pada bagian atas tubuh Anda sudah normal, untuk penurunan berat badan tidak dianjurkan dengan diet ketat.

“Ini karena akan semakin menghabiskan lemak pada bagian atas tubuh Anda. Hal penting yang perlu Anda lakukan adalah melatih otot-otot di sekitar panggul dan paha. Jika massa otot lebih besar dari lemak, penampilan panggul dan paha akan terkesan lebih langsing,” lanjutnya.

.

3. Tipe Hiperplastik

Dalam bukunya, Rita menyebutkan bahwa tipe hiperlastik menunjukkan jumlah sel lemak berlebih, tapi ukurannya sesuai dengan ukuran sel lemak normal. Tipe ini sering terjadi pada masa anak-anak.

Jumlah sel lemak yang banyak pada anak-anak akan sulit untuk diturunkan ketika masa pertumbuhan telah berakhir. Untuk itu, anak-anak yang gemuk harus segera ditingkatkan aktivitas fisiknya dan disertakan dengan latihan fisik yang teratur. Selain itu, pastikan saat anak memasuki usia 17-18 tahun, mereka sudah memiliki berat badan ideal.

Yang pasti, ketika tipe ini ditemui pada orang dewasa, akan sulit sekali melakukan penurunan berat badan. Kalaupun memang turun, maka sifatnya hanya sementara dan akan kembali ke bentuk semula. “Yang harus Anda lakukan adalah menjaga pola makan sehat dan latihan fisik teratur agar terhindar dari penyakit tidak menular,” lanjut Rita.

.

4. Tipe Hipertropik

Kebalikan dari tipe hiperplastik, tipe hipertropik menunjukkan ukuran sel lemak tidak normal (berukuran besar), tetapi dengan jumlah sel lemak normal. Obesitas tipe ini biasanya terjadi setelah dewasa, terutama pada wanita setelah hamil dan melahirkan, serta pria yang makannya tidak terkontrol.

Menurut Rita, ukuran sel lemak yang membesar dapat dikecilkan dengan meningkatkan penggunaan sel lemak sebagai energi, yaitu dengan cara membatasi asupan energi total dan mempercepat proses perubahan menjadi energi melalui peningkatan aktivitas fisik dan latihan fisik.

Sumber: Ajeng Annastasia Kinanti – detikHealth, Selasa, 17/06/2014

 

Mau tahu resep minuman cokelat lezat yang sehat dan melangsingkan? Silahkan Anda klik DI SINI.

Mau tahu tips langsing dengan minyak kelapa? Silahkan Anda klik DI SINI.

 

Tags:

©2020 Healindonesia. All Rights Reserved

Kontak via Email

Silahkan Anda menghubungi kami via Form Kontak ini.

Mengirim
WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun