Zaman dahulu saat belum banyak dikenal obat-obatan kimia, nenek moyang mengandalkan obat-obatan tradisional untuk mengatasi penyakit. Nah, salah satu tanaman yang diandalkan untuk mengatasi beberapa penyakit adalah temulawak. Sebab dalam temulawak, terkandung kurkuminoid yang ‘ajaib’.

Prof Nyoman Kertia, MD., Ph.D, pakar temulawak dari Universitas Gajah Mada menyebut obat herbal yang paling banyak digunakan di dunia adalah temulawak. Mengapa? Karena temulawak mengandung kurkuminoid dan minyak atsiri yang bermanfaat untuk mencegah ataupun mengobati penyakit.

Kurkuminoid yang terkandung dalam temulawak paling banyak dimanfaatkan untuk pengobatan pasien lever dan perawatan pasien osteoatritis. Minyak atsiri mampu mengobati rematik. Selain itu kedua zat ini juga mengandung anti-oksidan yang baik untuk mencegah kanker. Di samping itu, juga dapat menyembuhkan sakit maag, memperbaiki fungsi ginjal, membuat kulit awet muda, dan lain-lain.

“Ada riset tahun 1995 yang membuktikan ternyata kurkuminoid dan obat kimia sama-sama mampu mengobati. Tapi pada beberapa kasus, yang mengonsumsi obat kimia mendapat efek samping pusing, mual, hingga diare. Kalau kurkuma, memang tidak se-‘cespleng’ obat kimia, tetapi lama-lama sama menyembuhkan tetapi tanpa timbul efek samping,” papar Prof Kertia.

Hal itu disampaikan dia saat konferensi pers ‘SOHO Global Health, Mengembangkan Potensi Alam untuk Indonesia Sehat’, yang digelar di ruang Patio, Tribeca Central Park Mall, Jl Letjen S Parman, Kav 28, Jakarta Barat, Kamis (10/10/2013).

Efek samping dalam obat kimia muncul karena unsur kimia dalam obat ternyata mampu mengganggu kesehatan dan fungsi kerja organ lainnya. Akibatnya, Prof Kertia mencontohkan, pasien sakit lever bukannya sembuh justru mejadi semakin parah. Ada pula yang mengalami pendarahan saluran cerna akibat infeksi dari zat kimia dalam obat.

“Harapan saya dokter-dokter tidak lagi alergi terhadap obat herbal. Obat herbal ini harusnya jadi pilihan utama, obat kimia yang jadi alternatif. Selain untuk pengobatan, lebih baik lagi untuk tindakan preventif. Saya tiap pagi dibikinkan jus temulawak sama istri saya. Saya selalu minum satu gelas penuh, kalau minum setengah nanti cintanya juga setengah dong, ha ha ha,” canda Prof Kertia.

Sumber: Vela Andapita – detikHealth, Kamis, 10/10/2013

 

Ingin tahu bagaimana caranya sembuh dari maag secara total dan permanen? Silahkan Anda ikut kursus onlinenya GRATIS DI SINI.

 

Tags:

©2020 Healindonesia. All Rights Reserved

Kontak via Email

Silahkan Anda menghubungi kami via Form Kontak ini.

Mengirim
WhatsApp chat

Masuk dengan data akun Anda

atau    

Lupa rincian login Anda?

Buat Akun