Editor choice

Pilih Penjual ARV atau Penjual Nutrisi?

Salah satu halangan terbesar para Odha untuk beralih dari ARV ke nutrisi adalah prasangka bisnis. Ketika ada yang menawarkan solusi untuk supaya beralih ke yang alami, banyak dari Odha berprasangka seperti ini: “Wah, aku diprospek nih!” Nah, Apa prasangka tersebut benar? Mari saya ajak Anda untuk berpikir lebih logis dengan membaca artikel ini sampai habis.

.

KENAPA TIDAK DIBALIK PERTANYAANNYA?

Jika Anda berprasangka demikian, kenapa tidak mencoba bersikap adil dengan cara membalikkan pertanyaan tersebut ke orang-orang yang menawarkan Anda ARV? Boleh-boleh saja Anda memiliki prasangka buruk terhadap kami para Aidsdenialist, tapi tolong yang adil ya. Anda juga perlu waspada bahwa Anda juga diprospek oleh yang menawarkan ARV.

.

SEBENARNYA ARV ITU TIDAK GRATIS

“Ah, siapa bilang. Saya dapat ARV gratis kok dari pemerintah. Jadi ngga mungkin saya diprospek oleh yang menawarkan ARV!”

Memang benar ARV dibagi-bagikan gratis oleh pemerintah. Tapi pemerintah tidak mendapatkannya gratis dari raksasa farmasi. Mereka membelinya memakai uang pajak kita. Jadi raksasa farmasi mendapatkan keuntungan dari menjual ARV ini ke pemerintah dan “oknum” pemerintah tertentu juga mendapatkan “uang terima kasih” dari raksasa farmasi (karena barang dagangannya diijinkan masuk ke negara kita).

Masih berpikir kalau Anda bukan objek dagangan ARV dan masih berpikir kalau perkataan saya ini sekedar taktik bisnis? Ayo terus baca lagi supaya makin tercerahkan.

.

REPEAT ORDER SEUMUR HIDUP VERSUS REPEAT ORDER JANGKA PENDEK

Melihat fakta pertama bahwa sebenarnya raksasa farmasi mendapat keuntungan dari jualan ARV, Anda harus menyadari juga bahwa keuntungan ini diperoleh terus oleh mereka seumur hidup Anda. Anda tahu khan protokolnya bahwa ARV dikonsumsi seumur hidup. Itu artinya mereka mendapatkan keuntungan repeat order seumur hidup dari Anda. Dan tentu saja Anda PASTI repeat order selama Anda percaya bahwa HANYA ARV lah yang bisa meningkatkan kualitas hidup Anda. Bisnis yang fantastis bukan!

Sekarang coba bandingkan dengan nutrisi yang “katanya” BISA menyembuhkan HIV/AIDS. Anda harus tahu bahwa nutrisi untuk menyembuhkan HIV/AIDS itu ada banyak. Dimulai dari yang gratisan sampai yang mahal (jutaan rupiah) tergantung dari kondisi dan tingkat keparahan sakitnya Odha. Sebagai contoh: Anda HIV+ tapi tidak ada gejala ataupun IO (Infeksi Oportunistik) sama sekali, itu berarti Anda tidak perlu obat, herbal, atau suplemen apapun. Beda lagi jika ada IO yang ganas-ganas seperti pneumonia, TB, sipilis, kanker, tokso, ensefalitis, dan lain-lain, Anda perlu herbal atau suplemen yang harganya bervariasi (dari murah sampai mahal). Tapi ingat, untuk kasus berat (apalagi sampai rawat inap) semahal-mahalnya nutrisi, masih lebih mahal pengobatan konvensional.

Perbedaan terbesar dari ARV dan nutrisi adalah: ARV tidak menyembuhkan sedangkan nutrisi menyembuhkan. Dalam bahasa bisnis itu artinya Anda harus repeat order ARV seumur hidup, sedangkan kalau nutrisi: kalau sudah sembuh berarti Anda stop repeat order.

Anda juga harus tahu bahwa Prof. Luc Montagnier, sang penemu HIV itu sendiri justru berkata bahwa HIV bisa hilang dari tubuh Odha (bukan sekedar mengendalikan HIVnya). Jadi kalau sudah hilang itu artinya Anda sembuh dan status Odha tersebut hilang dari Anda. Anda bisa melihat pernyataan Luc Montagnier yang kontroversial ini di link:
https://healindonesia.com/2016/11/11/sang-penemu-hiv-berkata-bahwa-hiv-bisa-hilang-dengan-nutrisi

Anda juga harus tahu bahwa yang berkata HIV/AIDS itu bisa disembuhkan sudah banyak sekali dari kalangan dokter, profesor, ilmuwan, dan pakar kesehatan di seluruh dunia. Informasi seperti ini sangat mudah Anda temui jika Anda kreatif dan tahu kata kuncinya di Google.

Untuk membantu gambaran sedikit, saya sebutkan nama-nama profesor dan pakar sains yang adalah aidsdenialist, yaitu: Prof. Peter Duesberg, David Rasnick, Harvey Bialy, Peraih Nobel: Kary Banks Mullis, Lynn Margulis, Étienne de Harven. Mereka adalah tokoh-tokoh sains terkemuka kelas internasional (bukan kelas ecek-ecek).

Para ahli dan tokoh ternama lainnya, yaitu Hiram Pendleton Caton III, Serge Lang, Henry Hermann Baue, Celia Ingrid Farber, Gary Michael Null, dan Nathan Gregor “Nate” Mendel. Mau tahu tokoh-tokoh lainnya? Silahkan Anda tanya-tanya ke Mbah Google karena terlalu banyak untuk bisa saya cantumkan di artikel ini 🙂

Biar makin jelas betapa para Odha dari awal sudah jadi target market yang sangat menguntungkan, ayo saya ajak Anda untuk coba menghitung omset kasar dari jualan ARV:

Kombinasi 1

– Tenovofir 300 mg isi 60 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.714.500. Rata-rata diminum 1 pil sehari.
– Lamivudine 150 mg isi 100 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.002.645. Rata-rata diminum 2 pil sehari.
– Efavirenz 600 mg isi 30 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.413.720. Rata-rata diminum 1 pil sehari.

Omset di Indonesia berdasarkan data Odha tahun 2016 berjumlah 610.000 jiwa = Rp 1.752.259.770.000 per bulan atau Rp 21.027.117.240.000 per tahun.
Omset seluruh dunia berdasarkan data Odha yang memakai ARV di tahun 2015 adalah 18,2 juta jiwa = Rp 52.280.537.400.000 per bulan atau Rp 627.366.448.800.000 per tahun.

.

Kombinasi 2

– Tenovofir 300 mg isi 60 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.714.500. Rata-rata diminum 1 pil sehari.
– Lamivudine 150 mg isi 100 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.002.645. Rata-rata diminum 2 pil sehari.
– Lopinavir 200 mg isi 60 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.822.500. Rata-rata diminum 4 pil sehari.
– Ritonavir 50 mg isi 60 pil, jika dirupiahkan harga per botol Rp 1.822.500. Rata-rata diminum 4 pil sehari.

Omset di Indonesia berdasarkan data Odha tahun 2016 berjumlah 610.000 jiwa = Rp 5.336.790.570.000 per bulan atau Rp 64.041.486.840.000 per tahun.
Omset seluruh dunia berdasarkan data Odha yang memakai ARV di tahun 2015 adalah 18,2 juta jiwa = Rp 159.228.833.400.000 per bulan atau Rp 1.910.746.000.800.000 per tahun.

Keterangan:
– Anda bisa mengecek harga dari masing-masing ARV di situs ini https://www.pharmacychecker.com
– Sedangkan untuk dosis standar dari masing-masing ARV bisa dilihat di link ini: https://www.drugs.com
– Menurut Jawa Pos artikel tanggal 1 Desember 2016, jumlah Odha di Indonesia tahun 2016 adalah 610 jiwa.
Anda bisa melihat link sumbernya di sini: http://www.jawapos.com/read/2016/12/01/67934/hari-aids-se-dunia-jumlah-penderita-di-indonesia-capai-610-ribu
– Menurut situs resmi AIDS.Gov, pengguna ARV seluruh dunia di tahun 2015 adalah 18,2 juta. Anda bisa lihat linknya di: https://www.aids.gov/federal-resources/around-the-world/global-aids-overview/
– Corat-coret saya ini (file excel) bisa Anda download di link:
https://www.dropbox.com/s/8pizwmmg4fguzf3/Perhitungan%20Omset%20dari%20Jualan%20ARV.xlsx?dl=1&pv=1

Perhitungan di atas adalah corat-coret sederhana saya akan omset dari 2 kombinasi ARV. Jadi ini adalah perhitungan kasar dan hanya contoh saja. Ini baru perhitungan kecil lho. Beberapa hal yang bisa menaikkan angka-angka di atas sehingga jadi lebih fantastis lagi adalah:

  1. Dosis yang lebih tinggi dari yang distandarkan. Tidak semua Odha memakai dosis dan kombinasi standar di atas. Tambah 1 pil saja sudah sangat signifikan menambah profit.
  2. Data jumlah Odha di atas adalah yang diketahui secara formal. Itu belum termasuk Odha yang tidak masuk dalam data.
  3. Harga ARV di atas bisa lebih mahal di tiap daerah atau negara. Belum lagi jika “di-markup” oleh oknum-oknum tertentu.
  4. Dan ini yang paling fantastis: ARV memiliki BANYAK efek samping dari yang ringan sampai yang parah. Untuk mengobati efek samping tersebut, Odha perlu obat-obat lainnya lagi (tidak hanya 1 obat) dan dimana obat-obat tersebut ternyata juga ada efek samping lainnya!

Itu tadi baru sekedar perhitungan bisnis yang dilihat dari segi obat kimia saja. Kita belum menghitung uang yang dikeluarkan untuk:

  1. Biaya penelitian.
  2. Gaji para ahli dan ilmuwan.
  3. Biaya rawat inap.
  4. Biaya operasi dan mesin-mesin kesehatan.
  5. Biaya tes lab.
  6. Dan lain-lain (silahkan Anda tambahkan sendiri).

Bagaimana? Apa Anda sudah melihat pola keuntungan bisnisnya? Masih yakin kalau Anda bukan ladang bisnis yang subur bagi penjual ARV?

Jangan “culun”, mafia kesehatan itu ada dan Andalah obyek marketnya!

Coba Anda pikir, kalau kami (para Aidsdenialist) hanya memikirkan profit, buat apa kami memproduksi dan menjual nutrisi olahan ke Anda padahal kami tahu bahwa jualan ARV itu JAAUUUH lebih menguntungkan?! Bodoh sekali khan kalau dilihat dari segi bisnis! Jadi sudah jelas, kami memberikan informasi tentang nutrisi ini bukan karena uang, tapi karena kami peduli.

.

TERSERAH MAU PAKAI CARA YANG MANA, YANG PENTING BISA SEMBUH

Pada intinya, kami para Aidsdenialist tidak akan menentang ARV jika ARV tersebut bisa menyembuhkan, apalagi jika tanpa efek samping. Tapi realitanya tidak seperti itu khan?! Kalau memang ARV memang bisa menyembuhkan dan membawa lebih banyak manfaat daripada kerugian, ya silahkan pakai saja ARVnya.

Yang mencurigakan lagi adalah kenapa HARUS dan HANYA ARV yang dipromosikan? Kenapa ARV tidak menyembuhkan dan HARUS dikonsumsi SEUMUR HIDUP? Apa Anda tidak curiga dengan pernyataan ini? Sedangkan kami para Aidsdenialist menawarkan banyak solusi untuk Anda, bukan hanya menawarkan propolis saja, menawarkan buah merah saja, atau menawarkan VCO saja. Bahkan untuk beberapa kondisi solusinya bisa diperoleh gratis dan berlimpah disekitar Anda (misal: terapi air, terapi bio-energi, terapi matahari, terapi urin, terapi herbal disekitar pekarangan, terapi tanah liat, terapi sarang rayap, dll).

Jika Anda perlu informasi tentang terapi-terapi ini, saya sudah menyediakan situs www.healindonesia.com dimana Anda bisa belajar sains medis holistik secara online. Di situs ini Anda akan tahu bagaimana menyembuhkan HIV/AIDS dengan nutrisi. Mulai sekarang, silahkan Anda pelajari materi-materi yang ada di Healindonesia. Anda bisa klik link-link di bawah ini untuk mendapatkan ilmu tambahan di Healindonesia khusus tentang HIV/AIDS:

https://healindonesia.com/?s=hiv&post_type=post

https://healindonesia.com/?s=aids&post_type=post

Banyak jalan menuju Roma, begitu juga banyak cara untuk mengobati HIV/AIDS, tidak hanya melalui ARV saja. Kalau pun toh Anda tidak sembuh total, setidaknya nutrisi bisa mempertahankan kesehatan Anda TANPA efek samping. Bukankah cara ini lebih baik dan benar-benar meningkatkan kualitas hidup Odha?!

Jaman makin maju, sungguh tidak logis jika obat yang bisa menyembuhkan AIDS belum juga ditemukan.

Semoga artikel saya ini bisa membuka mata banyak orang, terutama menyelamatkan hidup banyak Odha. Jika tulisan saya ini ada yang tidak berkenan, saya mohon maaf karena saya tidak menulis untuk menyenangkan hati Anda. Saya menulisnya untuk menyelamatkan Anda dan Odha-odha lainnya.

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

Referensi:

https://en.wikipedia.org/wiki/HIV/AIDS_denialism

https://healindonesia.com/2016/11/11/sang-penemu-hiv-berkata-bahwa-hiv-bisa-hilang-dengan-nutrisi

https://www.pharmacychecker.com

https://www.drugs.com

http://www.jawapos.com/read/2016/12/01/67934/hari-aids-se-dunia-jumlah-penderita-di-indonesia-capai-610-ribu

https://www.aids.gov/federal-resources/around-the-world/global-aids-overview/

Register New Account
Reset Password

Lihat panduan!

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!