Minyak Ikan Vs Minyak Krill, Mana yang Lebih Bagus?

Saat tubuh butuh tambahan suplemen, selain minyak ikan dikenal juga minyak krill. Sebenarnya apa manfaat kesehatan dari minyak krill dibandingkan minyak ikan?

Omega 3 adalah lemak tak jenuh yang sangat penting untuk kesehatan tubuh, contoh kecilnya adalah untuk menurunkan resiko penyakit jantung, kesehatan mata, otak dan menurunkan kadar LDL atau kolesterol jahat juga meningkatkan HDL yaitu kolesterol baik. Omega 3 ini bukan hanya menyehatkan organ jantung saja tapi juga baik untuk organ tubuh lain.

Omega 3 tidak dapat diproduksi langsung oleh tubuh, jadi anda bisa mendapatkannya dari suplemen atau konsumsi makanan yang mengandung omega 3. Berbeda dengan collagen atau glutathione yang dapat diproduksi langsung oleh tubuh kita.

Biasanya kandungan omega-3 dapat Anda temukan dalam ikan. Dengan mengonsumsi ikan 1-2 kali dalam seminggu dianggap dapat mengurangi gangguan kardiovaskular. Namun, yang jarang diketahui, omega-3 ini sendiri sesungguhnya berasal dari krill, yakni hewan laut kecil yang menjadi makanan dari ikan. Kandungan omega-3 pada krill jauh lebih besar dibandingkan yang terkandung pada ikan. Krill hidup di kedalaman Laut Antartika sehingga menjadikan minyak krill bebas dari merkuri karena belum terkena polusi.

Minyak ikan dan minyak krill sama-sama mengandung EPA dan DHA yang tinggi. Perbedaannya, pada minyak ikan asam lemak omega-3 disimpan dalam bentuk trigliserida. Sedangkan pada minyak krill, sebesar 30-60% asam lemaknya disimpan dalam bentuk fosfolipid – terutama phosphatidylcholine. Ini membuat minyak krill lebih mudah diserap dan tidak menimbulkan rasa mual. Di samping itu, minyak krill memiliki bioavailibitas yang lebih baik dari minyak ikan sehingga dosis suplementasi yang dibutuhkan lebih rendah dibandingkan dengan minyak ikan untuk menghasilkan efek yang sama.

Dari segi rasa, minyak krill lebih disukai karena tidak amis dan tidak meninggalkan rasa di dalam mulut seperti halnya minyak ikan.

Ahli nutrisi Brierley Wright menjelaskan suplemen minyak krill tingkatannya melebihi minyak ikan. Penelitian awal menyebutkan tubuh manusia lebih mudah menyerap omega-3 dari minyak krill ketimbang minyak ikan.

Seperti namanya, minyak krill, suplemen ini merupakan hasil ekstraksi dari krill, spesies kecil yang masuk dalam kelas krustasea. Selain krill, yang juga termasuk krustasea di antaranya adalah lobster, kepiting, teritip, udang, dan lainnya yang memiliki karakteristik sangat unik dibandingkan hewan lainnya.

Krill kaya DHA dan EPA, juga lemak omega-3 yang menyehatkan bagi jantung, otak serta mengurangi peradangan. Minyak krill juga mengandung antioksidan super yakni astaxanthin, terbukti 48x lebih banyak dari minyak ikan biasa. Kandungan ini membantu meningkatkan Kolesterol HDL dan menurunkan trigliserida.

Secara umum, beberapa khasiat minyak krill adalah:

  1. Menurunkan kadar lemak jahat/LDL.
  2. Menurunkan kadar trigliserida.
  3. Menurunkan tekanan darah tinggi.
  4. Mengurangi kasus pembekuan darah.
  5. Menjaga kesehatan jantung.
  6. Menurunkan risiko gangguan jantung.
  7. Memelihara kesehatan persendian.
  8. Mengurangi nyeri sendi.
  9. Mengatasi sindrom pra-menstrual.

Namun, karena sumbernya sulit didapat, pil minyak krill biasanya lebih mahal. Dibandingkan minyak ikan yang sumbernya melimpah, krill cenderung kurang ketersediaannya. Karena, krill merupakan sumber makanan utama banyak hewan laut seperti ikan paus, penguin, anjing laut, cumi-cumi, dan ikan.

Terlepas dari mana yang lebih baik, minyak ikan atau krill, Wright mengatakan yang terpenting adalah pastikan pola makan harian memenuhi kebutuhan tubuh akan kecukupan asupan omega-3.

Banyak ahli menyarankan untuk memenuhi kebutuhan omega-3 sebanyak 2.000 mg per hari. Selain suplemen, kebutuhan ini bisa dipenuhi dari makanan seperti ikan salmon, tuna, sarden. Jika makanan ini tak bisa terus menerus tersedia dalam menu harian, maka tambahan suplemen bisa menjadi pertimbangan lain. Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan dua sajian asupan omega-3 per minggunya.

“Namun sebaiknya konsultasikan ke dokter jika harus mengasup suplemen, terutama jika Anda mengonsumsi pengental darah. Asupan omega-3 bisa meningkatkan efek dari konsumsi pengental darah,” saran Wright.

Healindonesia, Dt Awan (Andreas Hermawan)

Untuk mendapatkan minyak krill, silahkan Anda klik DI SINI.

.

H2 Superba Krill Oil dengan Antioksidan 48x Lebih Banyak dari Minyak Ikan Biasa

Biasanya kandungan omega-3 dapat Anda temukan dalam ikan. Dengan mengonsumsi ikan 1-2 kali dalam seminggu dianggap dapat mengurangi gangguan kardiovaskular. Namun, yang jarang diketahui, omega-3 ini sendiri sesungguhnya berasal dari Krill, hewan laut kecil yang menjadi makanan dari ikan. Kandungan omega-3 pada Krill jauh lebih besar dibandingkan yang terkandung pada ikan. Krill Oil hidup di kedalaman Laut Antartika sehingga menjadikan Krill Oil bebas dari merkuri karena belum terkena polusi.

H2 Superba Krill Oil adalah suplemen berbahan dasar Ekstrak Krill (zooplankton) dari kedalaman Laut Antartika. Phospolipid dalam Superba Krill oil mampu meningkatkan penyerapan Omega 3, sehingga dapat bekerja lebih efektid dalam dosis yang lebih kecil. Mudah dicerna dalam lambung dan tidak menimbulkan rasa mual.

Superba Krill Oil juga mengandung Astaxanthin yang merupakan sumber antioksidan alami. Antioksidan di dalamnya terbukti 48x lebih banyak dari minyak ikan biasa.

>> Pesan Sekarang <<

Register New Account
Reset Password

KONSULTASI GRATIS

Konsultasikan permasalahan kesehatan Anda dengan cara klik DI SINI.

Konsultasi!